Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kasus Kekerasan pada Anak Bukan Kasuistik, tetapi Sistematis


TintaSiyasi.com -- Publik tiada hentinya disuguhkan dengan berbagai pemberitaan terkait berbagai tindak kriminal, kekerasan bahkan pembunuhan. Hal ini jelas berita yang memilukan hati karena makin hari bukannya makin berkurang justru berita semacam ini malah makin bertambah dan banyak macam anekanya bahkan kejadiannya bisa di luar nalar kita sebagai manusia, sebab sudah keluar dari fitrah yang seharusnya. 

Seperti kasus yang viral baru-baru ini, seorang ibu di Kabupaten Padang Pariaman tega menyiksa, melukai dengan pukulan, membenturkan dan menyiram air panas ke wajah anak kandungnya yang berusia sembilan tahun, setelah diusut kekerasan itu dilakukannya karena alasan kesal terhadap sang anak. 

M Arvi selaku Kasat Reskrim Polres Pariaman menuturkan korban disiksa oleh ibunya selepas ayahnya pergi bekerja. Kemudian pelaku memukul korban dengan benda dan dibenturkan ke meja hingga tega menyiram wajah anak perempuannya itu dengan air panas sebagaimana dilansir dari news.republika.co.id, 12 Juni 2023.

Sungguh miris, kasus kekerasaan atau penganiayaan anak dalam keluarga ini memang bukan kasuistik lagi, tetapi sudah sistemis. Pasalnya di mana-mana kasus serupa sudah banyak terjadi. Tidak hanya di kota besar namun hingga ke pelosok negeri. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena tergerusnya akidah atau jauhnya kehidupan dari nilai-nilai Islam, ditambah lagi himpitan ekonomi yang begitu berat hari ini dan segudang persoalan lainnya sehingga terganggunya kesehatan jiwa seorang ibu membuatnya hilang kewarasan dan tega menyiksa buah hatinya sendiri.

Fenomena ini sungguh tragis dan mengerikan, ibu yang fitrahnya menjaga, menyayangi, mengasihi dan melindungi anak-anaknya, tetapi malah tega melakukan kekerasan, penganiayaan bahkan dalam beberapa kasus sampai tega berbuat keji dengan cara membunuh. Betapa hal itu membuat manusia bisa lebih kejam dari hewan, hewan yang tidak dianugerahi akal pun tidak akan melakukan hal demikian terhadap anak-anaknya. 

Melihat persoalan ini, kasus demi kasus yang terjadi. Maka tidak bisa kita hanya menyalahkan pelaku saja, sejatinya pelaku adalah korban dari sistem yang menyengsarakan rakyat yakni sistem kapitalis-sekuler yang diadopsi negeri ini hanya berorientasi kepada materi dan dibangun dengan landasan yang memisahkan agama dari kehidupan. Walhasil, kebijakan yang dihasilkan tidak berpihak kepada rakyat. Buktinya harga kebutuhan pokok semakin naik meroket tajam, sehingga membuat rakyat menengah ke bawah makin sempit kehidupannya, tidak berdaya menanggung beban ekonomi yang nyatanya si miskin malah makin miskin. 

Bisa dibayangkan, biduk rumah tangga di sistem kapitalis ini sungguh berat problematikanya. Tak ayal membuat seorang ibu yang dilahirkan dari sistem yang buruk maka menghasilkan kualitas ibu yang buruk juga dan menghilangkan fitrah yang semestinya akibat dari tergerusnya akidah, jauhnya umat dari pemahaman Islam, tidak memahami baik buruk, pahala dan dosa sehingga lupa bahwa semua yang dia lakukan akan ada pertanggungjawabkan di akhirat kelak. 


Keluarga dalam Sistem Islam

Berbeda dengan sistem kapitalis-sekuler, Sistem Islam mengedukasi umat agar setiap individunya ditanamkan akidah yang benar sehingga ibu berperan maksimal sebagai pendidik generasi yang akan menghasilkan generasi takwa kepada Allah SWT,  kemudian tercipta juga lingkungan masyarakat yang peduli dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Pun negara dalam sistem Islam wajib memenuhi kebutuhan rakyatnya sehingga seorang Ibu hanya berfokus mendidik generasi penuh dengan kasih sayang tanpa perlu memikirkan beban ekonomi keluarga karena negara menjamin pekerjaan yang layak untuk para suami mencari nafkah dengan pekerjaan dan gaji yang layak. 

Begitulah ketika sistem Islam diterapkan dalam bingkai negara. Semua problematika terselesaikan dengan solusi sempurna yakni ketika aturan Islam diterapkan secara menyeluruh. Tidak akan terjadi lagi seorang ibu yang tega menganiaya anaknya sendiri malahan sosok ibu-ibu tangguh pembangun peradaban yang akan bermunculan. []
 

Oleh: Tenira, S.Sos.
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments