Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Lepasnya Tanggung Jawab Pejabat Tanpa Kemampuan Memimpin


TintaSiyasi.com -- Belum sepenuhnya tuntas penanganan Depo Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, akibat terbakar pada Jumat malam, 3 Maret 2023, kini kilang minyak Pertamina Dumai diberitakan meledak dan terbakar di Pekanbaru, Riau pada Sabtu malam, 1 April 2023.  

Penyebab pasti ledakan dan kebakaran kilang minyak Pertamina Dumai masih dalam proses penyelidikan. Namun Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina RU Dumai, Agustiawan, mengatakan kejadian kebakaran di area gas compressor. Kebakaran berhasil ditangani pada Sabtu, 1 April 2023 sekitar pukul 22.54 (tempo.co, 1/4/2023).

Kebakaran demi kebakaran terus terjadi tanpa adanya perbaikan yang sinifikan dijajaran petinggi Pertamina, mereka cenderung menyalahkan pekerja bawah dimana mereka harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi dilapangan sedangkan para petinggi lepas tangan terhadap apa yang terjadi. Sudah berulang kali Pertamina mengalami musibah kebakaran yang menelan banyak korban serta merugikan negara Triliunan Rupiah tetapi seolah mereka tutup mata tidak ada perbaikan sistem dalam mencegah keteledoran tersebut.

Para Direksi Pertamina dipilih atas nama politik, mereka dipilih bukan karena kemampuan dalam bidang teknologi tambang, gas dan sumber daya alam, lebih tepat mereka dipilih karena balas budi, jadi tidak heran jika mereka tidak mampu menyelesaikan carut marut yang ada di dalam tubuh Pertamina. Indonesia memiliki banyak tenaga ahli dari lulusan Universitas terbaik tetapi justru tenaga mereka tidak dihargai oleh negara dan memilih untuk mengabdi bekerja ke Perusahan tambang asing di mana perusahan-perusahaan tersebut mampu menghargai tenaga ahli. Bagaimana mungkin Pertamina tidak merugi terus menerus jika dipimpin oleh orang-orang yang tidak memiliki keahlian?

Kembali lagi kepada sistem yang dianut oleh negeri ini adalah kapitalisme demokrasi di mana sistem tersebut membutuhkan banyak biaya dan hanya memikirkan keuntungan tanpa berpikir ke maslahatan masyarakat. Sejatinya jika Pertamina berada ditangan orang-orang yang tepat maka Pertamina tidak akan mengalami kecelakaan demi kecelakaan yang akhirnya menambah kerugian negara.

Jika kita merujuk pada UU tentang SDA maka negara akan bersungguh-sungguh dalam mengelola SDA dan akan merekrut tenaga ahli yang dimiliki negeri ini untuk kemajuan Pertamina dan kepentingan rakyat, tidak ada lagi politik yang bermain disitu maka Pertamina akan menjadi BUMN yang sehat dan mampu memberi keuntungan.

"Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Maka ketiga perkara tersebut tidak boleh dimiliki individu dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan golongan semata.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah. Menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8).

Wallahu a'lam. []


Oleh: Lutfiatul Khasanah
(Pendidik)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments