Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Generasi Muda Terancam Jobless Massal


TintaSiyasi.com -- Pemuda berpendidikan tinggi tetapi tidak memiliki pekerjaan disebut Useless Generation. Hal ini tak terjadi tanpa sebab, kemajuan ilmu pengetahuan selalu membawa dampak pada kehidupan manusia. Kemajuan teknologi seperti robot sudah mulai menggantikan peran manusia dalam dunia kerja. 

Kaum millenial berpotensi menjadi Useless Generation (generasi tak berguna) dikarenakan peningkatan teknologi yang tak dibarengi peningkatan SumberdayaManusia (SDM).

Justru kemajuan teknologi berdampak buruk negeri ini. Beberapa tahun kedepan bidang ilmu tersebut tidak relevan lagi, buktinya banyak sekali lulusan perguruan tinggi tidak kerja sesuai bidang jurusan kuliahnya.

Teknologi idealnya membantu manusia dalam kehidupan untuk menuju kesejahteraan dan meningkatkan peradaban. Tapi teknologi membawa manusia ke masalah yang tak kunjung terselesaikan. 

Hal ini terjadi karena berstandakan trend global dan ingin menjadi modern saja. Standard kemajuan diukur dengan pencapaian fisik dan penggunaan teknologi. 

Sistem pendidikan sekuler kapitalisme hanya mencetak para buruh dan pekerja kasar bukan orang yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Sebatas materi yang diraup dan kepuasan intelektual semata. Akhirnya masyarakat tidak mencintai ilmu, malas belajar, minim karya, terlebih jika kemajuan teknologi tidak dibarengi dengan peningkatan sumberdaya manusia akan berdampak buruk, hal ini sangat wajar terjadi dalam kondisi sekuler kapitalisme, sebuah sistem yang menjadikan manfaat sebagai asas dan keuntungan materi yang banyak sebagai tujuan. 

Berbeda dengan sistem Islam, pendidikan akan diselenggarakan dengan aqidah Islam yang tercermin pada arah pendidikan, penyusunan kurikulum, kegiatan belajar mengajar seluruhnya berdasarkan aqidah Islam.

Pendidikan diarahkan bagi terbentuknya kepribadian Islam anak didik dan membina mereka supaya menguasai tsaqafah Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan juga harus menjadi media utama dakwah dan menyiapkan anak didik agar kelak menjadi kader umat yang kelak akan memajukan masyarakat Islam. Sehingga wajar lahir banyak ilmuwan - ilmuwan Muslim yang ilmunya sangat berguna untuk kemajuan umat manusia yang ilmunya pun diterapkan hingga saat ini. Seperti Ibnu Haitsami pakar optik, matematika, dan arsitektur. Ibnu Battutah pakar geografi dan sebagainya. 

Tidak hanya itu akses fasilitas pendidikan dapat terjangkau hingga pelosok negeri. Hasilnya menakjubkan pendidikan berkualitas terbaik menjadi realitas yang dapat dirasakan dunia.
Perguruan - perguruan tinggi di negeri Islam seperti Cordova, Baghdad, Damaskus, Alexandria menjadi perhatian dan kiblat dunia. 

Para ilmuwan Muslim tersebut lebih dulu terdidik dengan tsaqofah Islam seperti bahasa arab, hadist, tafsir, dan sebagainya. Karena kewajiban menuntut ilmu agama Islam harus lebih ditunaikan daripada ilmu sains dan teknologi. Sedangkan tsaqofah asing (di luar Islam) hanya dipelajari untuk menunjukkan kebatilannya bukan digunakan sebagai pegangan hidup. 

Hanya saja sistem pendidikan Islam tidak akan terwujud jika tidak ada sistem Islam secara kaffah sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Jika sistem Islam diterapkan secara totalitas dalam naungan Khilafah maka akan lahir generasi berkualitas dalam peradaban mulia.

Kemuliaan sistem Islam ini telah disaksikan dan dirasakan diseluruh penjuru dunia selama berabad - abad berupa kemajuan kemajuan peradaban dan perkembangan ilmu serta teknologi yang dilingkupi budaya bermartabat dan luhur. Karakternya yang mulia mengungguli peradaban manapun.

Allah SWT berfirman:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 96).

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Sahna Salfini Husyairoh, S.T.
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments