Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jika Kita Berpaling dari Aturan Islam


TintaSiyasi.com -- Kita pasti sudah sepakat bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan hanya Islam agama yang Allah ridhai. Kesepakatan ini berdasarkan firman Allah, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu..." (TQS. Al-Ma'idah ayat 3). Dengan tegas Allah nyatakan kesempurnaan dan keridhaan-Nya terhadap agama Islam. Dengan demikian, aturan apapun yang ada di dalam Islam merupakan aturan yang sempurna dan aturan yang jika diterapkan dalam kehidupan maka Allah akan meridhainya. 

Allah benar-benar menurunkan Islam dengan seperangkat aturan (syariat) untuk seluruh aspek kehidupan, dan setiap aktivitas manusia terikat dengan hukum syariat. Islam mengatur mulai dari masalah akidah, ibadah, akhlak, makan, minum, pakaian, muamalah, uqubat yang berkaitan dengan aspek politik, ekonomi, budaya, pergaulan, pendidikan, dan aspek kehidupan lainnya. Maka tidak ada alasan untuk menerapkan aturan selain aturan Islam, seperti kapitalisme, liberalisme, komunisme, demokrasi, dan lainnya.

Saat kita menerapkan aturan selain islam maka kehidupan akan jauh dari ketenangan, kesejahteraan, dan kedamaian. Lihat saja hari ini, sejak kepemimpinan islam runtuh pada 27 Rajab 1342 Hijriyah atau 3 Maret 1924 dunia dirundung pilu. Mulai dari penjajahan terhadap kaum Muslim di Palestina, Suriah, Uyghur, Rohingya, dan lainnya. Sedangkan negeri kaum Muslim lainnya tunduk kepada kekuatan barat. Sistem pemerintahan yang diktator, sistem politik yang kotor, menyuburkan bibit koruptor. Belum lagi masalah-masalah lainnya seperti LGBT, seks bebas, narkoba, tawuran, dan juga masalah mental health. Inilah bukti nyata saat kita meninggalkan aturan Islam.

Allah memberikan banyak peringatan dalam Al-Qur'an jika kita berpaling dari aturan Islam dalam kehidupan. Allah juga menyebutkan orang yang berpaling dari aturan Islam adalah orang yang kafir dan fasik, berdasarkan firman Allah, "Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” (TQS. Al-Ma'idah ayat 44). "Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik." (TQS. Al-Ma'idah ayat 47) .

Lalu, orang yang berpaling dari aturan Islam adalah orang yang zalim dan dianggap tidak beriman. “... Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim." (TQS. Al-Ma'idah ayat 45). "Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (TQS. An-Nisa : ayat 65.).

Selain itu, Allah juga akan menimpakan musibah kepada orang yang berpaling dari aturan Islam, "... Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (TQS. Al-Ma'idah ayat 49).

Dengan berbagai fakta bobroknya kehidupan dan ancaman dari Allah saat aturan Islam tidak diterapkan dalam kehidupan, apakah kita masih enggan bergerak? Bergerak untuk menerapkan aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagai seorang Muslim sejati, seharusnya kita ikut berjuang untuk menerapkan kembali aturan Islam, segera cari ilmunya, bergabunglah dengan kelompok dakwah islam ideologis, belajar bersama dan berjuang bersama.

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Dikara Nur Izabah
(Mahasiswa Sumedang)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments