Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sistem Sekuler Melahirkan Generasi Cacat Moral


TintaSiyasi.com -- Perbuatan tercela atau tindak kriminalitas asusila yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya menyasar kalangan muda, kalangan tua pun tak luput jadi sorotan, fenomena ini menjadi pemandangan 'biasa' terlihat di setiap lini kehidupan.

Miris, pelaku tindak kriminalitas ini didukung oleh rezim dengan berbagai hukum, tak heran jika situasi ini menjadi terkesan abai untuk ditindak lanjuti secara tegas oleh segelintir masyarakat.

Dilansir Detik.com (6/2/2023), Kepala Dinas Satpol PP Kota Medan Rakhmat Harahap menyebutkan pihaknya 'masih' berencana pada tanggal 14 Februari akan melakukan razia diberbagai tempat hiburan, namun terkait teknisnya Rakhmat masih akan membahasnya terlebih dahulu.

Jika kita cermati, aparat hukum yang terkesan lalai bahkan lambat dalam penanganan terhadap tindakan kriminalitas ini karna tidak adanya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, wajar jika hukum yang ditegakkan tidak berlandaskan kepada syariat.

Maraknya tindak kriminalitas asusila atau cacatnya moral generasi saat inipun sebenarnya bukan hanya melonjak pada momen-momen tertentu saja, bahkan sudah menjadi aktifitas yang wajar untuk dilakukan oleh banyak kalangan masyarakat sebagai mata pencaharian. 

Hingga akhirnya fenomena ini dijadikan ladang bisnis untuk meraup untung besar, hingga menjadi 'rahasia umum' dilakukan dengan cara terselubung bahkan terang-terangan.

Aspek ekonomi adalah alasan yang sudah umum terdengar dan terjadi menimpa setiap sudut ekonomi masyarakat, miris masyarakat menengah keatas tak mau ketinggalan, keinginan hanya untuk meningkatkan gaya hidup hedonis hingga sekadar popularitas belaka menjadi alternatif instan yang menjadi sasaran.

Masih dilansir Detik.com (1/2/2023), atas laporan masyarakat setempat Kasat Pol PP Kota Jambi Mustari, melakukan penyegelan terhadap penginapan OYO yang telah melanggar ketertiban umum, yang mengakibatkan keresahan masyarakat atas tindakan kriminalitas asusila yang dilakukan terutama oleh kalangan remaja.

Meningkatnya tindak kriminalitas asusila yang terjadi setiap saatnya dinusantara sebenarnya menjadi gambaran yang jelas bahwa pola sikap masyarakat saat lahir akibat sistem sekuler liberal, dimana kehidupan yang serba bebas lahir dari jauhnya pemahaman agama dari aspek kehidupan.

Miris, sistem sekuler kapitalis saat sudah sangat mencengkeram umat dalam segala aspek kehidupan, Masyarakat saat ini sudah sangat darurat takwa dan iman di mana tolok ukur perbuatan hanya berlandaskan kepada hawa nafsu semata hingga halal haram cenderung terabaikan bahkan dijauhkan.

Agama yang dipisahkan dari kehidupan inilah yang akhirnya melahirkan pola pikir dan pola sikap yang jauh dari syariat, akhirnya solusi yang dikeluarkan atas persoalan yang terjadi cenderung keliru hingga menganggu bahkan merusak bagi masyarakat yang lain.

Jalan pintas serba instan yang menjadi alasan masyarakat dalam menjadikan solusi yang mudah dan gampang untuk dilakukan bagi sebagian besar masyarakat, hingga tak heran keadaan ini diambil oleh sebagian besar bidang usaha untuk meraup cuan tanpa memikirkan efek dan dampak yang akan terjadi.

Maka kerusakan dan kebobrokan moral pun akibat jauhnya pemahaman agama menjadi permasalahan cabang yang hanya akan tuntas jika permasalahan akar bisa diatasi dengan tuntas atas sistem yang benar dan jelas, yaitu syariat Islam.

Sistem bobrok sekuler saat ini lahir atas rezim kufur yang diemban saat ini, tak heran jika aturan-aturan yang dilahirkan jauh dari syariat yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pemimpin yang bertakwa pasti akan selalu terikat dengan sang pencipta.

Sistem sekuler kapitalis yang diemban saat ini tidak mampu memberikan solusi atas persoalan-persoalan yang terjadi malah sebaliknya menjadikan masalah yang tumpang tindih akibat ketidakmampuannya dalam menyelesaikan persoalan hidup manusia secara integral mulai dari aspek preventif hingga kuratif yang efektif.

Hanya seorang khalifah atau pemimpin yang beriman dan bertakwalah yang mampu menerapkan dan menegakkan aturan-aturan Allah SWT karena dengan akan melahirkan umat yang beriman dan bertakwa.

Syariat Islam senantiasa menjaga dan melindungi umatnya dari segala aspek, baik aspek yang menyangkut hubungan dengan Allah SWT, hubungan dengan diri sendiri hingga hubungan sesama manusia.

Kitabullah Al-Qur'an telah dengan sangat banyak dan jelas memberikan peringatan dan ilmu pengetahuan bagi hamba yang mau berpikir, oleh karenanya Allah SWT memberikan kelebihan akal pada manusia untuk dapat memisahkan apa saja yang menjadi perintah dan apa saja yang menjadi larangan-Nya, hingga umat tidak terjerumus dalam jeratan dan kubangan dosa, na'uzubillah.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Jasiyah Ayat 18 yang artinya: "Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui."

Sangat jelas bagaimana firman diatas menegaskan bahwa kewajiban bagi setiap umat Islam untuk mengikuti risalah yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW dan senantiasa terikat dengan syariat Islam.

Peringatan untuk ayat diatas juga sangat jelas, bahwa larangan bagi kaum Muslim untuk tidak mengikuti orang-orang yang tidak mengetahui syariat hingga kesesatan yang akan didapatkan jika melanggar hukum-hukum syariat.

Wahai orang-orang yang beriman, semoga senantiasa Allah SWT meneguhkan keistiqamahan keimanan dan ketakwaan, hingga kembali kepada-Nya dalam keadaan khusnul khatimah, Aamiin. []


Oleh: Maya Ernitasari
Pegiat Literasi Kota Medan
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments