Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Permasalahan Sampah, Tanggung Jawab Kita Semua

TintaSiyasi.com -- Permasalahan sampah adalah permasalahan yang kerap di hadapi masyarakat di mana pun berada, termasuk di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Dilansir dari laman TribunBatam.id bahwa  dalam sehari, terdapat 1.000 ton sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Batam (15/02/2023). Angka yang fantastis bukan? Ini untuk wilayah Batam saja. Lalu jika kita berpikir bagaimana dengan jumlah produksi sampah se-provinsi bahkan se-Indonesia?

Meminjam data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (Ditjen PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2021 telah menyebutkan jumlah volume sampah di Indonesia tercatat 68,5 juta ton dan tahun 2022 naik mencapai 70 ton. 

Kondisi yang memprihatinkan tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak serius ditangani maka akan menyebabkan dampak yang lebih buruk. Tidak hanya tentang kerusakan lingkungan, bau yang menyengat, namun akan berimbas munculnya bibit-bibit penyakit baru.

Menyadari Akar Masalahnya

Tidak bisa dimungkiri telah banyak upaya yang dilakukan sekelompok orang untuk menyelesaikan permasalahan terkait sampah. Namun hasilnya masih belum maksimal, karena ada beberapa sisi yang belum tersentuh yakni akar masalah yang sesungguhnya. 

Akar masalah yang sesungguhnya. Pertama, terletak pada sistem kehidupan hari ini kapitalisme. Di mana kehidupan hari ini membawa individu bersifat boros dan konsumtif

Seperti di Kota Batam contohnya, tidak sedikit masyarakat yang gemar dengan hadirnya barang-barang bekas dari Singapura. Sifat konsumtif dan hedonisme pun telah meracuni masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Alasannya cukup sederhana. Masyarakat menengah ke bawah tetap bisa bergaya dengan barang bermerk lagi murah.

Alhasil Kota Batam menjadi kota yang siap menampung barang-barang bekas yang tidak digunakan oleh warga Singapura. Seperti pakaian dalam, baju, celana, gorden, peralatan rumah tangga, sepatu, mainan anak dan peralatan teknologi.

Kedua, Batam menjadi salah satu kota industri. Sehingga tidak sedikit pihak pabrik-pabrik produsen masih banyak yang menggunakan bahan plastik atau bahan-bahan yang sulit untuk di daur ulang. 

Ketiga, belum adanya pengelolaan sampah yang efektif ditambah pula kesadaran oknum masyarakat yang belum maksimal untuk bijak mengelola sampah dan menjaga kebersihan secara utuh.

Keempat, kecanggihan teknologi. Adanya kecanggihan teknologi yang kita dapat dari handphone membuat kita makin konsumtif. Iklan dan layanan promo barang berseliweran melalui aplikasi dan media sosial dari handphone sehingga merangsang daya tarik kita terhadap barang dan jasa tersebut untuk segera memilikinya. 

Sistem Islam Menawarkan Solusi

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Mengatur semua problematika kehidupan termasuk kebersihan. Islam sangat memperhatikan kebersihan baik dalam diri individu maupun lingkungan. 

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah  (diciptakan) dengan baik." (Qs. Al-Araf : 56). 

Berdasarkan dalil ini, maka sejatinya manusia wajib menjaga lingkungan dan menjauhi segala aktivitas yang mempunyai merusak lingkungan. Pola hidup hedonis, konsumtif, dan boros adalah salah satu penyebab banyaknya sampah. Dalam pandangan Islam, gaya hidup seperti ini haruslah dihindari. Hukum berbelanja itu boleh.

Namun tidak dibenarkan untuk bersikap berlebih-lebihan. Alangkah baiknya jika negara turut hadir mengedukasi dan mengontrol masyarakat dengan gaya hidup hemat dan tidak bermewah-mewahan. 

Pun, seperti barang-barang bekas yang banyak ditemui di Kota Batam alangkah baiknya dikontrol dengan bijaksana oleh pihak-pihak yang terkait agar dari lingkungan tetap terjaga kebersihannya. 

Islam telah mengajarkan bahwa kebersihan adalah milik orang-orang yang beriman. Orang yang beriman akan senantiasa bersih dalam dan luar dirinya. Maka untuk meraih kesadaran dalam diri individu harus dikaitkan dengan perintah bahwa menjaga lingkungan adalah amal salih yang dicintai Allah.

Menghadirkan ruh atau kesadaran akan hubungannya dengan Allah, apa pun yang disenangi Allah maka ini adalah syariat yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. Kesadaran ini akan terwujud ketika adanya sistem yang berlandaskan Islam diterapkan di tengah-tengah masyarakat. 

Di sisi lain, kita membutuhkan orang-orang hebat yang memiliki kapasitas ilmu tentang pengelolaan sampah. Sumbangsih pemikirannya harus direalisasikan dengan serius oleh negara. Negara juga berperan mengontrol dan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang yang menghasilkan sampah yang mampu merusak lingkungan. Baik itu tingkat individu, kelompok usaha maupun sekelas industri. Semua butuh kerja sama karena permasalahan sampah adalah tanggung jawab kita semua. Wallahua'alam bishshowab.[]

Oleh: Reni Adelina
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments