Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sambut 2023, Indonesia Hanya Maju dengan Islam Kaffah

TintaSiyasi.com -- Tahun 2022 telah berakhir. Namun, masih saja menyisakan ragam persoalan negeri yang tak kunjung usai. Di sepanjang 2022 ada hampir 40 ribu kasus narkoba. Angka kejahatan pun meningkat sekitar 7,3 persen dibanding pada tahun 2021(republika, co.id, 1/1/2023).

Negeri ini juga tak luput dari kasus korupsi. Sepanjang tahun 2022, Kejagung menangani korupsi yang merugikan negara sebesar 33,09 T. Selain itu, terjadi kasus investigasi ilegal dengan kerugian mencapai 31,4 T. Dan masih banyak lagi persoalan lainnya. 

Disisi lain, sikap para pejabat yang hanya fokus dengan agenda pemilu 2024 nanti, sehingga persoalan-semakin persoalan negeri yang sudah darurat ini justru malah diabaikan. Mereka sibuk berebut kursi kekuasaan untuk memperkaya diri. Tak peka dengan kondisi negeri ini yang sedang sekarat. 

Persoalan - persoalan tersebut semakin pelik bagai benang kusut karena setiap persoalan tak pernah diselesaikan secara tepat. Sehingga harapan ada perbaikan kondisi di tahun 2023 sangatlah tipis.

Tiap pergantian tahun, negeri ini selalu berharap meninggalkan keburukan di tahun lama, memperbaiki kondisi di tahun yang baru. Tapi bila hanya harapan tanpa niat dan upaya yang tepat, itu hanya angan-angan yang tak kesampaian. Para penguasa hanya memberikan harapan berupa solusi bersifat pragmatis bahkan tidak solutif dan masalah bertambah rumit dalam penyelesaian persoalan negeri ini. Penguasa memberikan harapan untuk negeri ini masih saja kental dengan paradigma kapitalisme. 

Hal ini bisa kita lihat bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah menerapkan kebijakan yang justru mempersulit rakyatnya sendiri. Bagaimana tidak, para penguasa masih setia menerapkan kebijakan-kebijakan yang menjadi kaki tangan sistem kapitalisme. Kebijakan yang berujung materi yang dituju tetaplah jadi prioritas. Alhasil tak ada persoalan yang bisa terselesaikan bahkan kian bertambah. Pada akhirnya rakyatlah yang dirugikan. Harapan tinggallah harapan. 

Bila kita mau menyadari, berbagai persoalan pelik yang tak kunjung usai ini akibat sistem ini menerapkan sistem buatan manusia, yakni kapitalisme. Sistem pengaturan negara diterapkan berlandaskan keuntungan materi. Setiap kebijakan yang diambil bertujuan perolehan materi semata. Tidak ada yang namanya kemaslahatan umat. Yang ada hanya kesenangan para pejabat untuk memperkaya diri. Tak akan pernah ada kebijakan yang mengutamakan kepentingan rakyat. 

Maka dari itu, harapan yang seharusnya diraih yakni menghadirkan perubahan yang membawa kebaikan negeri ini. Dan hal itu bisa terwujud hanya dengan sistem Islam. Sistem sempurna berasal dari Allah yang mampu menyelesaikan semua masalah tanpa masalah. Hanya Allah yang mampu membuat aturan kehidupan terbaik bagi manusia. 

Dengan sistem Islam, terbentuklah pemimpin yang adil dan bijaksana dalam melayani rakyat. Tidak akan membiarkan rakyat menderita ataupun kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Selain itu, Islam tak hanya sebagai agama, namun juga sebagai pemecah solusi setiap persoalan umat. Salah satu contoh dalam hal persoalan korupsi, Islam mempunyai aturan tegas yakni sebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus). Artinya, agar bisa mencegah orang untuk korupsi dan bila ada yang melakukan korupsi maka dikenai sanksi untuk menebus dosanya.Dengan adanya aturan tersebut, menjadikan orang kapok melakukan korupsi. 

Seharusnya di awal tahun yang baru ini, manusia bermuhasabah dengan meminta ampun kepada Allah dan tidak melanggar aturan-aturanNya. Sejatinya kaum muslim tidak hanya berharap awal tahun ini untuk kebaikan urusan individu tapi sudah berpikir untuk kebaikan umat. 

Tahun baru juga tidak seharusnya bukan untuk dirayakan atau disambut dengan suka cita, bersenang-senang. Padahal banyak saudara kita yang kesulitan seperti terkena musibah dan masalah pelik masih belum tuntas. 

Oleh karena itu, di awal tahun ini kita harus mengembalikan kehidupan yang berlandaskan aturan Islam. Dikarenakan ketakwaan kita kepada Allah. Selain itu, hanya dengan kembali pada aturan- aturan Islam, kesejahteraan rakyat seluruhnya akan terwujud. Kehidupan semakin lebih baik.

Oleh: Alfiana Prima Rahardjo, S.P.
Sahabat TintaSiyasi

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments