Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Layakkah Mengeksploitasi Anak demi Popularitas?


TintaSiyasi.com -- Setiap orang yang berumah tangga sudah pasti bahagia ketika mendapatkan keturunan. Terkadang kebahagiaan itu diekspresikan secara berlebihan, salah satu dengan mengeksplor eksistensi buah hatinya dengan hal-hal yang mempunyai resiko besar. Tentunya kondisi tersebut akan menuai pro kontra di kalangan masyarakat. 

Kritikan untuk Ria Ricis dan suaminya Teuku Ryan belum berhenti. Pasalnya, pasangan satu ini mengajak bayinya Moana yang berusia 5 bulan untuk naik jetski dengan sedikit mengebut ke tengah laut (liputan6.com, 6/1/2023).

Popularitas telah menjadi salah satu tujuan yang ingin diraih dalam kehidupan saat ini. Mirisnya popularitas membuat seseorang abai akan hal-hal yang harus dijaga, bahkan keselamatan anaknya sendiri yang masih bayi. Dorongan eksistensi diri biisa menyebabkan bahaya bagi keselamatan buah hati.

Kapitalisme telah membentuk kepribadian seseorang rela melakukan apapun demi eksistensi diri, apalagi jika menghasilkan uang. Sekalipun membahayakan jiwa diri dan keluarga akan ditempuh untuk mendapatkan popularitas. Arus kehidupan seperti ini menguasai hampir seluruh mayoritas masyarakat. 

Dalam sistem islam memberikan tuntunan bagaimana seorang perempuan dan ibu menjalankan kehidupan termasuk dalam menjaga keselamatan anak. Perempuan mempunyai peran ummu warabbatul bait dan ummu yajyal. Yang berarti bahwa seorang ibu bertugas untuk memelihara urusan rumah tangganya sekaligus sebagai ibu generasi. 

Oleh karenanya ibu harus memastikan bahwa tumbuh kembang anak berjalan dengan baik. Termasuk di dalamnya pendidikan, kesehatan dan keamanan anak terjaga. Maka aktivitas yang membahayakan anak akan diminimalisir dan menjadi pertimbangan utama bukan popularitas, karena menghindarkan anak dari dharar adalah kewajiban. 

Tentunya jaminan perlindungan generasi ini tidak cukup dibebankan kepada keluarga apalagi seorang ibu saja. Sehingga Islam mewajibkan negara untuk menjadi pelindung setiap rakyat termasuk anak-anak. Dengan memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk para orang tua untuk lebih mengutamakan keselamatan generasi. Dan akan memberikan sanksi bagi siapa saja yang melakukan kezaliman terhadap orang lain. Sebab setiap perbuatan yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, sebagaimana firman Allah:

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولٗا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra': 36).

Dan hadis Rasulullah SAW: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari Muslim).

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Nur Saleha
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments