Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Healing dengan Cara Enggak Ngapa-ngapain, Produktifkah?

TintaSiyasi. com -- Siapa nih yang lagi kena mental? Banyak pikiran, benar-benar sumpek dan butuh healing. Tapi bingung healing apa?
Healing bisa dengan berbagai cara, ada yang dengan jalan-jalan, makan-makan, nonton-nonton, ada juga yang healing gak ngapa-ngapain. 
Jadi aktivitasnya cuma rebahan, malas-malasan, menyendiri, dan gak melakukan apapun. 
Waduh kalau gak sembuh - sembuh gimana dongs, jadi hidupnya tidak produktif dan berlalu begitu saja.

Padahal waktu yang kita gunakan akan dimintai pertanggungjawaban. Imam al Hasan al Bashri rahimahullah berkata : "Wahai Ibnu Adam (manusia), kamu itu  hanyalah (kumpulan) hari  - hari, tiap - tiap satu hari berlalu, hilang sebagian dirimu".

Rasulullah Muhammad SAW juga pernah bersabda tentang pentingnya ilmu "Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga ia ditanya tentang lima perkara : tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya (HR. Tirmidzi)

Sayangnya sistem kapitalisme membuat manusia tidak menghargai waktu. Waktu yang berlalu sia - sia dianggap hal biasa. Mereka tidak merasa merugi jika umurnya bertambah sedangkan amal kebaikannya diam di tempat, karena orang dalam sistem kapitalisme menilai kehidupan dalam sisi duniawi. Lalu menggunakan hidup untuk bersenang-senang dan bebas melakukan apa saja. Kalau ada masalah pasti lari dari kenyataan. Kerjaan dan amanah yang numpuk dikerjakan belakangan yang penting hidupnya tenang dulu.

Sistem kapitalisme  membuat stres karena  standar kebahagian itu terlihat pada materi saja, padahal itu qadla (ketentuan) Allah SWT. Standar yang salah ini malah dibiarkan berkembang di tengah masyarakat oleh negara, padahal negara bisa membentuk dan edukasi masyarakat agar memiliki pemikiran yang benar. Negara memiliki perangkat yang mampu membentuk masyarakat berpikiran & bertingkah laku yang benar.

Sayangnya sistem pendidikan yang diberikan  justru mengadopsi dari barat yaitu sistem pendidikan yang memisahkan agama dalam kehidupan. Akhirnya membentuk masyarakat yang tidak berpedoman dengan aturan Islam.   

Sehingga sudah seharusnya kita mengkaji Islam secara totalitas ya agar bisa berpikir benar, dan tidak gampang tertekan. Islam sudah memiliki solusi buat healing yang luar biasa. 
Healingnya sebagai seorang muslim adalah keyakinannya kepada Allah SWT. Kaum muslim yakin bahwa semua yang didunia tidak perlu dikhawatirkan dan segala sesuatu yang ditetapkan oleh Allah SWT yang terbaik untuknya.

Kalau ada masalah itu tidak membuat stres karena sunatullah kalau hidup manusia pasti akan diuji.  Dia akan berusaha untuk menyelesaikan masalah tanpa stres dan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT.
Karena dia yakin bahwa semakin bertakwa kita akan diuji seperti  dalam firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 155 yaitu 
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan dalam sistem harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,".

Wallahu'alam bi showab

Oleh: Sahna Salfini Husyairoh, S.T
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments