Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ironi Peringatan Hari Ibu

TintaSiyasi.com -- Ibu kaulah wanita mulia derajatmu tiga tingkat dibanding ayah, kau mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan merawat lalu membesarkan putra putrimu .
Dalam cuplikan bait lagu  qosidah tersebut disebutkan bahwa ibu derajatnya mulia karena ibu adalah yang mengandung, melahirkan dan ibu adalah madrasah ula (sekolah pertama) bagi anak anaknya. Inilah peran utama ibu. Mendidik generasi, membentuknya menjadi generasi unggul Sholih dan sholihah. Namun peran tersebut seakan tergerus oleh kondisi saat ini dimana peran ibu lebih tergeser ke sektor publik untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan negara.

Sebagaimana tema peringatan Hari Ibu yang akan  diperingati kali ini mengambil tema besar “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”. Selain tema utama tersebut, ditetapkan juga sub-sub tema untuk mendukung tema besar tersebut yaitu:
1. Kewirausahaan perempuan mempercepat kesetaraan mempercepat pemulihan.
2. Perempuan dan digital economy.
3. Perempuan dan kepemimpinan.
4. Perempuan terlindungi, perempuan berdaya.
Tema tema ini dimaksudkan untuk memberdayakan perempuan untuk berkiprah lebih banyak dalam perjuangan bangsa sebagaimana yang disampaikan oleh Kementrian PPA, bahwa sejarah mencatat dicetuskannya hari ibu di Indonesia merupakan tonggak perjuangan perempuan dalam upaya kemerdekaan bangsa dan pergerakan perempuan Indonesia dari masa ke masa dalam menyuarakan hak-haknya guna mendapatkan perlindungan dan kesetaraan. (tirto. Id 13 desember 2022)

Tema tema ini juga berangkat dari sebuah fakta bahwa pada masa pandemi dimana banyak laki laki yang terkena PHK. Hal ini menyebabkan laki laki tidak bisa memenuhi ekonomi keluarga. Pada saat itu banyak perempuan yang mampu memback up ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, berjualan, dan lain sebagainya yang mendatangkan pendapatan. Kemudahan perempuan dalam mendapatkan akses pekerjaan dijadikan sebagai alasan untuk memberdayakan ekonomi perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan negara, maka dibentuklah UMKM perempuan.

Padahal kalo kita mau mencermati, sebenarnya persoalan ekonomi bukanlah persoalan perempuan semata tetapi juga persoalan laki laki. Persoalan ini adalah persoalan sistemik. Kita saksikan betapa saat ini sulitnya laki laki mendapatkan akses pekerjaan, hal ini disebabkan oleh banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke negeri ini. Demikian juga sulitnya laki laki mendapatkan modal untuk usaha apabila mereka ingin membuka lahan dan mengembangkan  usaha untuk wiraswasta.

Sebenarnya solusi yang diberikan oleh negara ini adalah dengan menjadikan fakta sebagai solusi. Padahal seharusnya fakta dijadikan sebagai obyek yang dicarikan solusinya. 

Demikianlah negara yang mengambil sistem kapitalisme sekuler  sebagai ideologi atau landasan dalam mengatur urusan kehidupan. Menjauhkan peran agama dalam mengatur urusan kehidupan.

Berbeda dengan negara yang menjadikan islam sebagai landasan dalam mengatur urusan kehidupan. Islam menempatkan peran perempuan dalam posisinya sesuai dengan syariat yang diturunkan oleh Allah SWT pencipta manusia dan kehidupan. Dalam Islam peran perempuan adalah sebagai ibu dan pengatur urusan rumah yakni disektor domistik. Jika perempuan berkiprah di sektor publik, hanyalah dalam rangka mengembangkan ilmunya dan membantu  menolong kebutuhan umat seperti sebagai pendidik, guru, dosen, dokter dan perawat yang membantu dalam kesehatan umat, serta peran lain yang dimaksudkan untuk membantu umat. Demikian juga peran perempuan di sektor publik bukanlah sebagai penopang atau tulang punggung  ekonomi keluarga apalagi ekonomi negara. Sedangkan peran laki laki sebagai qowwam atau pemimpin dalam keluarga yang diwajibkan untuk memenuhi  nafkah keluarga memenuhi kebutuhan istri, anak anak dan orang orang yang menjadi tanggung jawabnya . 

Dengan peran ini maka sistem islam akan  merepakan sistem ekonomi islam diantaranya, negara akan memberikan  akses pekerjaan yang mudah bagi para laki laki, baik dalam jasa maupun usaha mandiri, negara akan membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya bagi para laki laki, demikian juga negara akan memberikan pelatihan untuk meningkatkan skill bagi para laki laki sehingga mereka bisa berusaha untuk memenuhi nafkah. Negara juga akan memberikan modal  cuma cuma bagi para laki laki yang ingin mengembangkan usahanya.

Negara melakukan yang demikian dengan mengambil  dari harta  baitul mal diantaranya dari harta kepemilikan umum rakyat yakni sumber daya alam   yang dikelola oleh negara. Maka negara akan menyiapkan tenaga ahli untuk mengelola sumber daya alam atau menyewa  tenaga ahli dari negara lain untuk mengelola sumber daya alam. Negara tidak akan memberikan pengelolaan sumber daya alam kepada negara asing, dengan demikian hasil dari sumber daya alam murni dikelola oleh negara dan digunakan seluas luasnya untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Demikian juga negara akan memberikan harta yang menjadi milik negara, yang diberikan secara cuma Cuma semisal berupa tanah bagi yang tidak memiliki tanah dan bagi seseorang yang memiliki keahlian dalam bertani. Negara juga tidak membuka import atas barang barang yang bisa diproduksi di dalam negeri sehingga rakyat bersemangat untuk melakukan usaha. Dengan demikian para laki laki akan bergairah dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian maupun industri.

Negara juga akan menutup akses peluang bagi para perempuan yang mau bekerja ke luar negeri yang jelas jelas meninggalkan kewajibannya. 

Dengan pengelolaan sistem ekonomi yang sedemikian rupa menjadikan para laki laki berdaya dalam bidang ekonomi baik ekonomi keluarga maupun ekonomi negara yang selanjutnya menjadikan terpenuhinya semua kebutuhan dirinya dan kebutuhan perempuan yang menjadi tanggung jawabnya  sehingga Perempuan tidak menginginkan untuk lebih banyak berkiprah di sektor publik dan para perempuan  bisa lebih fokus dalam menjalankan perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga serta sebagai madrosatul ula bagi anak anaknya. Perempuan akan fokus dalam mendidik  dan menyiapkan generasi yang Sholih sholihah sebagai penerus perjuangan. Dengan demikian perempuan akan bisa mentaati suaminya karena semua kebutuhan sudah terpenuhi dengan baik oleh suaminya. 

Peran negara sangat dibutuhkan dalam memberdayakan ekonomi keluarga apalagi ekonomi negara sehingga perempuan tidak akan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga maupun negara. Pemberdayaan ekonomi perempuan sejatinya adalah ekploitasi perempuan dan justru melanggar hak hak dasar hakiki perempuan . Maka jika negeri ini  ingin maju semestinya bukan memberdayakan ekonomi perempuan, tetapi seharusnya mengembalikan pengaturannya pada aturan Islam dari dzat yang menciptakan manusia dan kehidupan. Pengaturan yang demikian hanyalah bisa didapatkan dalam negara yang menerapkan syariah Islam kaffah yang sudah terbukti mensejahterakan rakyat. Sebagaimana yang pernah terjadi yang kejayaannya  menjadi mencusuar dunia.
Wallahu a'lam bishowabb

Oleh: Dewi Asiya
Pemerhati Masalah Sosial
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments