Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rusaknya Kehidupan Generasi Muda dalam Kapitalisme


TintaSiyasi.com -- Rusaknya kehidupan generasi muda makin terlihat jelas, seperti yang terjadi baru-baru di wilayah Solo seorang siswi SMA yang akan melahirkan pada saat jam pelajaran berlangsung.

Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jumapolo, Karanganyar yang mengalami kontraksi saat jam pelajaran, akhirnya melahirkan bayi dan dinikahkan. Kapolsek Jumapolo AKP Hermawan menjelaskan, pihaknya turut mendampingi kasus siswi SMA tersebut (kompas.com, 9/9/2022).

Berdasarkan pengakuan siswi tersebut, dirinya dihamili oleh pacarnya dari SMA yang berbeda. Perkara tersebut kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak menyepakati keduanya dinikahkan, usia keduanya belum genap 19 tahun sehingga harus menempuh dispensasi nikah dari PA Karanganyar. Siswa yang ada di Karanganyar solo bukanlah satu-satunya anak pelajar yang melakukan hubungan di luar nikah ada banyak hal serupa di luar sana yang terjadi saat ini. Negara kita yang menggunakan sistem demokrasi yaitu setiap orang diberi kebebasan untuk melakukan apa yang ia inginkan. 

Gaya hidup generasi muda yang mereka adopsi dari Barat, adalah gaya hidup sekuler dan liberalistik. Pergaulan mereka yang bebas sampai kebablasan, sehingga sampai berani melakukan hubungan intim di luar nikah. Hingga pihak siswi hamil. Dan ini menjadi hal yang lumrah dalam kapitalisme sekuler liberal, sebagaimana yang terjadi saat ini dan dapat kita temukan di dalam kehidupan para generasi muda. Negara tidak menjamin dan menyaring setiap budaya Barat yang masuk ke dalam negeri ini, yang pada akhirnya merusak kehidupan kaum muda.

Akibat sistem pendidikan yang sekuler, generasi hari ini mengalami kemerosotan taraf berpikir. Yaitu kurangnya atau tidak memahami akidah Islam dengan benar dan lurus. Yang seharusnya akidahnya mampu melindungi generasi dari pergaulan bebas hingga sampai perbuatan zina, justru karena sistem sekuler telah memisahkan agama dari kehidupan sehingga mudah sekali moral dan akidah generasi yang lemah untuk dirusak. Karena kurangnya pembekalan akidah Islam untuk membentengi diri dari arus budaya asing hingga mudah terjerumus, sampai-sampai dengan mudah melepaskan kehormatannya kepada seorang laki-laki, betapa mirisnya kehidupan remaja di dalam kapitalisme.

Karena tidak terjalinnya hubungan antara orang tua dengan pihak sekolah dalam mendidik anaknya untuk mendapatkan generasi muda yang cerdas, kuat dan tahan banting. Maka terjadilah suatu kejadian yang tidak diinginkan baik keluarga maupun pihak sekolah. Kurang perhatian pihak sekolah terhadap murid-muridnya yang membuat mereka bebas melakukan hal-hal yang tidak seharusnya mereka lakukan sebagai seorang pelajar, inilah satu bukti dunia pendidikan sedang mengalami kemerosotan dalam kehidupan kapitalistik.

Serta negara yang abai terhadap rakyatnya yang tidak memikirkan kehidupan generasi muda, sehingga banyaknya perzinahan akibat dari pergaulan bebas yang diadopsi dari negara asing, hubungan bilateral negara yang membuka keran-keran budaya asing ke dalam negara ini, dan negara tidak mampu menyaring budaya asing yang masuk dan seolah membiarkan rakyat untuk menikmati budaya asing dan mengikutinya. 

Tidak pernahkah terpikirkan nasib generasi oleh pemerintah, yang mereka pikirkan hanya kepentingannya demi mempertahankan jabatan bukan untuk melindungi nasib bangsa. Dan juga karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar, masa depan generasi muda harus dihancurkan karena tidak mengikuti sistem dan syariat Islam. Kita sebagai umat manusia yang diberikan akal untuk berpikir pantaskah jika sistem ini dipertahankan yang sudah merusak setiap sendi-sendi kehidupan umat manusia.

Dan masih yakinkah akan maju dan bangkit umat manusia dengan menggunakan sistem kufur ini, kehancuran dan kerusakan telah nampak di depan mata, pemimpin yang zalim dan tak amanah, generasi muda yang dirusak, yang jauh dari nilai-nilai agama, akidah dan kehormatan anak bangsa dipreteli, dan dicabik-cabik, menjadikan negeri ini bagaikan ladang bisnis, yang dicari hanya keuntungan dan manfaat, rakyat dibuat susah dan takut, apa yang seperti ini masih pantas untuk di pertahankan dan dijadikan sistem dalam kehidupan umat manusia.

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ شَابٍّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

Tuhanmu mengagumi pemuda yang tidak memiliki shabwah [tidak diperbudak oleh hawa nafsu] (HR Ahmad).

Maka dari itu wajib bagi kita memberikan pendidikan agama serta menguatkan akidah keislaman mereka, agar timbul di dalam hati tiap-tiap para generasi muda rasa bangga dengan agamanya. Dan dipahamkan untuk menggunakan masa muda dengan sebaik-baiknya, dengan menuntut ilmu dan mengkaji Al-Qur'an dengan benar serta menjalankan hidup sesuai dengan syariat Islam, supaya tidak terlena dengan segala kemudahan yang ada saat ini. Karena dari para generasi muda inilah yang akan nantinya membangkitkan kehidupan bangsa ini dari keterpurukan dan keluar dari sistem kufur yang selama ini membelenggu kaum Muslim.
 
Allahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Ermawati
Pemerhati Umat
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments