Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Partai Politik Berlomba, Manakah yang Harus Didukung?


TintaSiyasi.com -- Partai politik berbondong-bondong mendatangi gedung Komisi Pemilihan Umum( KPU). Ada sebanyak 22 partai yang sudah mendaftar peserta pemilu 2024 dan 17 partai politik bisa lanjut ke tahap verifikasi (medcom.id/01/09/2022). Berbicara tentang partai politik, bukan hanya tentang administrasi semata. Tentu yang menjadi hal terpenting dan patut dipertanyakan adalah sudahkah partai politik memainkan peran dan fungsinya dengan baik di masyarakat? Kenyataan saat ini, publik belum melihat peran sentral partai politik untuk rakyat kecuali saat pemilu. Partai politik akan berperan aktif manakala pesta demokrasi 5 tahunan digelar.

Demikian pula dengan kader yang dihasilkan. Kader partai yang ada hari ini belum menjamin berdaya guna. Justru yang kita saksikan saat ini adalah semakin banyaknya kader-kader partai politik terjerat korupsi. Sedangkan problem yang sangat pelik dialami partai politik hari ini adalah terkait ikatan ideologi partai. Tidak heran jika melihat rekam jejak partai politik hari ini tidak ada yang bebas dari konflik. Sementara masyarakat belum merasakan kehadiran partai politik dalam memberikan pendidikan politik. 

Inilah fakta partai politik dalam sistem politik demokrasi justru terjebak dalam pragmatisme. Suara rakyat hanya jadi tumbal keserakahan untuk meraih kemenangan. Setelah menang, mereka lupa balas Budi suara rakyat. Mereka justru membuat kebijakan yang bertentangan dengan kehendak rakyat, dan berpihak pada cukong politik. 

Karena itulah umat membutuhkan gambaran ideal partai politik ideologis yang bisa dirasakan perannya di masyarakat. Jika berbicara shohih tidaknya sebuah partai politik, hal itu terkait erat dengan landasan ideologi yang melatar belakangi berdirinya partai politik tersebut.

Partai politik berdiri bukan hanya untuk meraih kekuasaan dan memenangkan suara semata. Sejatinya partai politik memiliki peran strategis dalam perubahan di tengah masyarakat yaitu membentuk kesadaran dan pemahaman politik pada masyarakat. Politik yang dimaksud bermakna mengurus kepentingan rakyat. Tujuan berdirinya partai politik untuk membina dan mendidik umat dengan pemahaman yang lurus. Bukan sekedar wadah untuk menampung aspirasi dan suara rakyat. 

Telah banyak organisasi atau partai politik di negeri ini. Namun gagal membangkitkan kesadaran berpolitik sesuai dengan tuntunan Islam. Partai politik yang benar seharusnya dibangun atas 4 asas yaitu:

Pertama. Pemikiran yang menentukan tujuan serta asas yang dapat menyatukan masyarakat dengan partai.
Kedua. Metode yang ditempuh untuk meraih tujuannya.
Ketiga. Anggota-anggota partai, serta sejauh mana keyakinan mereka terhadap pemikiran dan metode partai.
Keempat. Cara menyatukan masyarakat dengan partai tersebut.

Partai politik yang benar adalah yang menyandarkan fikrah (pemikiran) dan thariqah (metode) pada asas yang benar. Jika asasnya salah, maka dipastikan pergerakan partai tersebut akan salah. Jika melihat standar benar salah, maka asas partai yang shahih haruslah berasaskan Islam bukan yang lain. Jika fikrah dan thariqah partai berasas akidah Islam, maka orang yang bergerak dalam partai haruslah memiliki kesadaran dan kehendak yang benar. Ikatan yang mengikat mereka harus berbasis Islam. Bukan sekadar ikatan organisasi apalagi kepentingan. Partai politik yang dibangun di atas basis yang benar atau Islam, mereka akan menempuh dan meraih tujuannya berdasar asas tersebut. 

Di sinilah peran penting partai shahih hadir di tengah-tengah umat. Partai ini akan membina dan mendidik pemikiran umat dengan Islam. Mereka juga harus melakukan koreksi terhadap kebijakan penguasa. 

Dalam Islam, politik direalisasikan dalam aktivitas amar makruf nahi munkar. Oleh karena itu tugas partai politik Islam adalah mengembalikan kehidupan Islam, hingga terwujud negara yang menerapkan Islam secara kaffah. Negara inilah yang akan menyebarluaskan Islam ke seluruh dunia. Partai politik seperti inilah yang seharusnya didukung oleh umat. Wallahu a'lam. []


Oleh: Ani Susilowati, S.Pd.
Aliansi Penulis Rindu Islam
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments