Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pendakwah Harus Menyiapkan Umat Menyambut Datangnya Nashrullah

TintaSiyasi.com -- Ustazah Suroboyan Faizah Majid, S.pd menyerukan kepada pendakwah dan mubalighah untuk menyiapkan umat, sehingga mereka menjadi orang yang siap menyambut nashrullah (pertolongan Allah).

"Mari kita siapkan umat, kita bekerja untuk menyiapkan umat sehingga mereka menjadi orang-orang yang siap menyambut datangnya nashrullah. Siap dengan tegaknya khilafah, bukan menjadi orang-orang yang menghalang-halangi atau menentang tegaknya khilafah," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Ahad (27/02/22).

Ia menjelaskan perkara nashrullah adalah urusan Allah, namun ada syarat dimana pertolongan Allah akan datang ketika manusia sudah melakukan kewajibannya menolong agama Allah.

Disebutnya, seruan tersebut untuk orang beriman. Bersyarat dengan melakukan terlebih dahulu intansyurullah. Secara balaghah artinya menolong dienullah, yaitu menolong agama Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ,

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. TQS. Muhammad ayat 7.

Selanjutnya, ustazah Faizah menyeru kepada kaum Muslim untuk memantaskan diri agar segera mendapatkan pertolongan Allah SWT, mendapatkan karunia Allah dengan menjalankan apa yang menjadi kewajiban kaum Muslim.

"Imbalan itu nanti juga sesuai dengan jenis perbuatan yang dilakukan," ujarnya.

Menurutnya pertolongan Allah adalah tegaknya khilafah. "Jadi tugas kita hari ini adalah menjalankan semua sebab-sebab yang bisa mengantarkan kepada tujuan yaitu isti'na fii al-hayatu al-islam. Sebab, secara logisnya supaya khilafah itu tegak," bebernya.

Keberkahan 

Dia mengungkap kondisi umat secara umum yang belum tahu bahwa tegaknya khilafah selain kewajiban juga bisa mendatangkan rahmat. Sebaliknya tiadanya khilafah membuat permasalahan multidimensi.

"Masih sebagian kecil yang punya kesadaran bahwasanya kehidupan kita hari ini yang buruk, sempit (maisatan donka), karena tidak diatur oleh aturan Allah SWT. Tidak menjadikan syariat Allah menjadi hukum positif yang mengatur kehidupan bernegara dan bermasyarakat," jelasnya.

Menurut dia, bagaimana khilafah segera berdiri, bagaimana kehidupan penuh rahmat Allah akan hadir, jika umatNya yang menginginkan syariat Allah sebagai solusi bagi seluruh persoalan yang dihadapi umat Muslim masih belum banyak, belum mayoritas umat. Terutama tokoh-tokohnya, kelompok-kelompok kuat, komunitas-komunitas yang dominan itu belum menjadikan persoalan tidak diterapkannya syariat Allah sebagai persoalan utama kehidupan umat.

"Bagi sebagian umat yang memang sepakat harus dengan syariat, tetapi mereka mengatakan kalau harus dengan khilafah belum siap. Kalau harus diatur dengan sistem pemerintahan Islam yang kafah belum siap," tegasnya.

Padahal, menurutnya ketika khilafah itu tegak, mereka akan hidup dalam sebuah kehidupan yang penuh rufahiyah wa tuma'ninah (kesejahteraan dan ketenangan). Mendapatkan keberkahan karena menjadi orang-orang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh syariat Allah SWT dalam hidupnya.

"Masak ada sih orang yang tidak siap untuk hidup enak? Secara logika tidak ada orang yang tidak siap hidup sejahtera, penuh keberkahan, penuh ketentraman," imbuhnya.

Terakhir ustazah suroboyoan menyebut belum terbentuknya kekuatan politik umat Islam yang memang concern pada perjuangan penegakan khilafah, memperjuangkan tegaknya ideologi Islam.

"Belum ada kelompok-kelompok kuat organisasi dengan masa besar dan sebagainya yang menduking secara nyata, berkontribusi dan bersinergi secara bersamaan secara nyata untuk mengembalikan kehidupan Islam. Sebagaimana yang pernah eksis sejak abad ke-7 Masehi sampai abad ke-20 Masehi," pungkasnya.[] Heni Trinawati
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments