Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peneliti Sejarah Islam Sunda: Kekhilafahan Berjasa dalam Islamisasi di Nusantara


TintaSiyasi,com -- Menilik Islamisasi di Nusantara, Peneliti Sejarah Islam Sunda Abdurrahman al-Khaddami mengungkapkan, kekhilafahan berjasa dalam Islamisasi di Nusantara.

"Kekhilafahan berjasa dalam Islamisasi di Nusantara," tuturnya dalam Ekspo Rajab 1443 Ambruknya Kapitalisme, Tegaknya Peradaban Islam: Diskusi Jejak Khilafah di Nusantara di EkspoRajab.com 1443 H. Rabu, (23/02/2022).

Ia mengungkapkan, selain membantu memenangkan peperangan melawan penjajah di Nusantara, kekhilafahan juga berjasa dengan adanya sarah kitab Ta'lim Muta'allim.

"Kitab sarah Ta'lim muta'allim, sudah dipegang banyak orang di Indonesia, di sarah ini disampaikan bahwa kitab ini dipersembahkan kepada Khalifah Murad 3," ujarnya.

Menurutnya, kitab Ta'lim muta'allim, menjadi kitab pokok pendidikan Islam, yaitu kitab rujukan utama pesantren secara umum. Di mana di dalamnya dijelaskan tentang kurikulum secara umum mulai dari niat, metode, dan materi, dan lainnya.

"Di sarah tersebut dijelaskan semacam panduan. Bagaimana kemudian terjadi Islamisasi di berbagai wilayah di Nusantara melalui lembaga pendidikan Islam yang erat kaitannya dengan kitab-kitab tersebut," katanya.

Ia melanjutkan bahwa  sarahnya sampai kepada masyarakat melalui jaringan ulama Haramain, yaitu Makah dan Madinah. "Terkait dengan ulama Jawiyah atau Nusantara, ada kata-kata atau ungkapan yang dipakai oleh salah satu ulama besar kaum Muslim yang berasal dari Nusantara, yaitu Syekh Nawawi al-Jawi al-Bantani," lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa kitab tersebut diakui sebagai ruhnya pendidikan Islam di Nusantara, yang unik dari sarah tersebut dikatakan, kitab tersebut menjadi rujukan lembaga khusus para Sultan Utsmani. "Dan para penulisnya ingin lebih memperluas. Sehingga, kitab ini sampai kepada kita," jelasnya.

Ia menanyakan, bagaimana kitab tersebut sampai kepada masyarakat, yaitu melalui jaringan ulama. Kemudian ia menanyakan, bagaimana peran Khilfah Utsmani dalam memberikan panduan pendidikan Islam, sehingga bisa melakukan Islamisasi di Nusantara yang terus berlanjut dan terjaga.

"Sanad keilmuan di Nusantara sebenarnya silih berganti dan sebagian sudah hilang jejaknya, meskipun riwayatnya masih ada. Dan hingga kini, masih terasa di pesantren, madrasah, dan majelis. Karena jaringan ulama yang terakhir, yaitu Syeh Nawawi al-Jawi al-Bantani. Maka, jaringan inilah yang akhirnya menjadi bukti atau jejak Khilafah Utsmani di Nusantara," paparnya.

"Terlepas dari jasa besar Wali Songo atau jaringan keilmuan yang lainnya, yang jelas hari ini kitab, sanad, dan ilmu Syeh Nawawi al-Jawi al-Bantani sampai kepada masyarakat. Sehingga, pendidikan Islam sekarang, tidak lepas dari sanad atau kitab ini, dan hal tersebut menunjukan bahwa jejak kitab Ta'limul muta'allim masih ada hingga kini," imbuhnya.

Ia membandingkan, berbeda dengan bukti koin dinar yang ditemukan terkubur di tanah, kitab tersebut terbukti ada, dan hingga kini dimiliki setiap rumah.

"Meski secara militer, kekhalifahan tidak banyak berperan, tetapi setidaknya dari bukti kitab Ta'lim muta'allim, Islam sampai kepada masyarakat. Hal tersebut mengonfirmasi bahwa utusan khalifah datang ke Nusantara, bukan hanya untuk memberi bantuan militer, tetapi ada jasa kekhilafahan yang menyerahkan jaringan keilmuan," ungkapnya.

Ia mengandaikan, jika ada yang mengatakan kitab Ta'lim muta'allim merupakan karangan orang Indonesia, artinya bukan dari kekhalifahan. Tentu tidak benar, sebab interaksi antara ulama Nusantara dengan ulama Hijaz, tidak bisa dilepaskan dari peran penguasa di sana.

"Buktinya, para ulama Nusantara yang belajar di sana, tentu diberi kemudahan atau diurus oleh khalifah dan para Mufti di sana. Seperti diberi makan, minum, dan tempat tinggal," tutupnya.[] Nurmilati

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments