Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Filolog: Sebaik-baik Teladan Berdakwah Mengubah Masyarakat Adalah Mengikuti Metode Nabi Muhammad SAW


TintaSiyasi.com -- Sebaik-baik teladan cara mengubah keadaan masyarakat adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW, hal itu diungkapkan Salman Iskandar dalam Ekspo Rajab 1443 Ambruknya Kapitalisme, Tegaknya Peradaban Islam: Diskusi Jejak Khilafah di Nusantara, Jumat, 25 Februari 2022 di EkspoRajab.com.

Berikut cara mengubah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Pertama, mengikuti apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhamad SAW sebagai sebaik-baik teladan, termasuk dalam amaliah Beliau dalam berdakwah.

"(Dalam) mengubah masyarakat, maka sebaik-baik teladan dalam berdakwah dalam metodologi dakwah fikrah dan tharikah termasuk dalam manhaj dakwah termasuk dalam uslub dakwah itu adalah sebaik-baik yang telah Nabi SAW contohkan,” tutur Filolog ini. 

Filolog sekaligus Sejarawan ini, mengatakan, kedua, jangan pernah mau berkompromi. “Ketika kita berkaca pada fakta sejarah yang ada, sering kali umat Islam dikhianati, sering kali tokoh-tokoh Islam dikadalin. Dijanjikan berbagai macam namun pada akhirnya dikhianati maka dalam konteks ini kemudian kita bisa belajar dari fakta sejarah yang ada bahwa untuk memperbaiki masyarakat kedepan tadi maka dalam konteks ini kita jangan pernah mau berkompromi,” paparnya.

Ia menjelaskan, bahwa berkompromi dengan kesesatan maka akan menyebabkan kita tersesat. “Walaupun kemudian ok syariat Islam akan diberlakukan tapi bagi kalian bagi pemeluk-pemeluknya, itukan kompromi sebetulnya. Maka hal yang sedemikian tidak perlu lagi dijadikan sebagai contoh untuk kita ikuti,” jelasnya.

“Karena pada faktanya ketika kita berkompromi dalam kesesatan maka kitapun akan menjadi tersesat bahkan kemudian kita umat Islam tokoh-tokoh Islam kemudian dikhianati oleh orang yang netral terhadap agama atau bahkan anti terhadap syariat,” imbuhnya.

Ketiga, sebagai Muslim ada kewajiban untuk membumikan Islam serta menegakkan syariat Islam.

“Maka tanggung jawab sebagai Muslim ada dua, pertama kita memantaskan diri di hadapan Allah bahwa kita layak untuk ditolong Allah, layak untuk meraih kemenangan yang diturunkan oleh Allah,” terangnya.

Kedua, menyiapkan umat agar umat siap ketika pertolongan Allah itu tiba ketika nashrullah sampai melalui apa yang diperjuangkan dengan apa yang kemudian kita telah pantaskan diri bahwa kita adalah layak ditolong oleh Allah, layak untuk kemudian meraih kemenangan ini, maka umat pun telah siap menyambut kemenangan ini,” pungkasnya. [] Alfia Purwanti

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments