Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Aktivis Islam Brazil: Kapitalisme Global Lahirkan Keburukan, Namun Mereka Terus Menipu dengan...


TintaSiyasi.com -- Memperingati 101 tahun kaum Muslim tanpa adanya khilafah, Aktivis Islam Brazil mengatakan bahwa kapitalisme yang diterapkan secara global telah melahirkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang buruk, namun pengemban kapitalisme terus menipu dengan mengatakan kapitalisme sistem terbaik.

“Kita melihat jelas kekuatan kapitalisme global melahirkan prisnip-psrinsip dan nilai-nilai yang buruk. Dan situasi ini nyata. Namun, mereka (pengemban kapitalisme) terus menipu dengan selalu mengatakan kepada kita agar percaya kapitalisme adalah sistem terbaik,” katanya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (22/02/2022)

Ia menjelaskan bahwa prinsip-prinsip dan nilai yang buruk dari kapitalisme dapat dilihat dari hasil pemerintahan di dunia yang mayoritas korup. Berkembangnya banyak penyakit tanpa dikelola. Selain itu, juga menciptakan banyak kelaparan. Bahkan, di Amerika sendiri, sebut dia, kasus rasis terhadap warga kulit hitam dan bangsa Latin masih tinggi.

Yasser Abu Khalil, menyakini bahwa ideologi kapitalisme sama buruknya dengan sosialisme, karena tidak mampu menyelsaikan problematika kehidupan manusia.

“Praktik kapitalisme sebagai sistem pemerintahan dan jalan berpikir yang diadopsi manusia, tentu tidak jauh lebih buruk dari ideologi sosialisme yang sudah tumbang di Uni Soviet pada akhir abad ke 19. Karena kapitalisme sungguh tidak mampu menjadi pemecah masalah. Kapitalisme menutupi satu masalah lalu menciptakan masalah–masalah baru lainnya tanpa ada solusi yang benar,” bebernya.

Sejak 101 tahun keruntuhan ketiadaan khilafah, Yasser menekankan perlunya berpikir mendalam dari seluruh kalangan umat Islam, terutama kaum intelektualnya untuk mengembalikan kehidupan Islam.

“Setiap hari kapitalisme melalui para pengembannya sedang menunjukkan wajah aslinya, lalu pertanyaannya bagaiman peran kita untuk mengambrukkan dan membuang monster jahat ini dan membawa kembali kemuliaan Islam, terutama kaum intelektual? Harus kita pikirkan mendalam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak ada cara lain kecuali ikut melibatkan diri dengan mengamalkan Islam seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Serta ikut memperjuangkan kembali kekuatan Islam dan meletakkannya sebagai kekuatan hukum dalam suatu negara. Selain itu, lanjutnya umat juga harus menjadikan Islam sebagai ideologi dasar untuk semua elemen-elemen yang ada dalam suatu negara.

Ia menegaskan, satu-satunya metode yang harus diikuti oleh umat Islam dalam mengembalikan kekuatan Islam adalah metode perjuangan politik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Rasulllah SAW melakukannya dalam tiga tahapan, jelasnya. Pertama, membentuk jamaah yang disebut sekarang dengan partai untuk membentuk kepribadian Islam. 

Kedua, melakukan konfrontasi pemikiran (pergolakan) di tengah-tengah masyarkat dengan perjuangan ideologis. Ketiga, mencari pendukung dan penolong untuk perjuangan Islam dari kekuatan yang lalu meletakkan Islam sebagai kekuatan hukum hingga Islam tersebar ke seluruh dunia.

Tugas mengembalikan kekuatan Islam (khilafah) ungkap Yasser adalah tugas utama bagi kaum Muslim. Karena merupakan perintah dari Allah SWT, Sang Pencipta, yang bukan perintah sederhana, namun merupakan mahkota kewajiban.

“Inilah sesungguhnya pekerjaan yang benar untuk mengembalikan Islam dan bekerja untuk perubahan hakiki. Kaum Muslim memiliki kewajiban dan diperintahkan untuk mengembalikan keuasaan Islam. Dan ini adalah perintah dari Sang Pencipta bukan perintah yang sederhana, melainkan mahkota kewajiban,” pungkasnya.[] M.Siregar

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments