Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hector Steven: Sistem Islam, Satu-satunya Alternatif Akhiri Kapitalisme


TintaSiyasi.com -- Memperingati 101 tahun tanpa khilafah di tengah-tengah umat, Aktivis Muslim Amerika Serikat Hector Steven menyebutkan bahwa sistem Islam adalah satu-satunya alternatif untuk mengakhiri kapitalisme.

“Sistem ini (kapitalisme) membutuhkan ideologi lain untuk ditegakkan dan satu-satunya alternatif adalah sistem Islam yang harus diimplementasikan dari suatu negara yang disebut khilafah,” ujarnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (23/02/2022).

Sebagai seorang warga Amerika sendiri, menurutnya, kapitalisme yang diemban negara itu kini tengah ambruk. Ia menuturkan, fakta tersebut dapat dilihat dari kondisi ekonomi dunia yang dihasilkan kapitalisme mengalami inflasi, kemiskinan yang merajelalela, banyaknya para tunawisma dan angka pengangguran yang terus bertambah.

“Semua itu berdampak bagi kehidupan sosial masyarakat. Seperti meningkatnya angka perceraian, kriminalitas, aksi teror penembakan di sekolah, pasangan homoseksual, juga penculikan anak-anak keluarga Muslim yang kita saksikan terjadi di Swedia baru-baru ini,” bebernya.

Bahkan, dari aspek keyakinan pemerintah kapitalis, menurutnya, lebih menggalakkan ide ateis. Terlihat dari situasi di negara Barat yang membuat larangan-larangan bagi umat Kristiani. Fakta tersebut  menurutnya, dapat dilihat dalam aksi gugatan melawan gereja-gereja yang menyebabkan banyak orang-orang beralih kedua pilihan, menjadi ateis atau masuk Islam.

Hector Steven menyatakan bahwa keterlibatan peran kaum intelektual sangatlah penting dalam membawa kembali kebangkitan Islam. Aktivitas yang dapat dilakukan oleh kaum intelektual untuk membangkitkan umat di antaranya sebagai berikut.

Pertama, harus terlibat dalam membina umat, yaitu membentuk halaqah agar menjadi budaya di tengah-tengah umat, di masjid, sekolah-sekolah, universitas dan setiap kalangan masyarakat. Tentu, terlebih dahulu harus berinteraksi dengan masyarakat untuk mengubah pandangan mereka beralih kepada Islam,” jelasnya.

Kedua, ia katakan agar menyampaikan opini kepada publik tentang permasalahan hari ini serta cara untuk memecahkan problem-problem tersebut sebagai aktivitas membongkar semua pemikiran kapitalisme yang rusak.

Ketiga, kalangan intelektual Muslim harus berani mengungkapkan kejahatan para pemimpin korup di negeri-negeri Muslim. Sehingga umat tergerak untuk menolaknya dari kekuasaan dan melakukan bai’ah untuk seorang pemimpin yang akan menyatukan semua kaum Muslim dalam satu negara di bawah naungan Islam, dan syariat menjadi aturan yang diterapkan.

Dia berpesan bahwa semua aktivitas membangkitkan umat tersebut tidak akan bejalan sesuai target jika tanpa dukungan dari kalangan pemilik kekuataan seperti militer yang ada di negeri-negeri Muslim.

“Ini tidak bisa dilakukan kecuali dan sampai kita mendapatkan dukungan dari orang-orang yang memiliki kekuasaan di kalangan militer dan menggulingkan pemerintahan yang korup, juga menghapuskannya beserta rezim-rezimnya yang sebenarnya adalah boneka-boneka negara Barat,” terangnya.

Aktivis Islam asal Amerika itu menekankan agar tidak lupa memohon kepada Allah untuk menegakkan khilafah dan syariat Islam segera dan menjadi aturan hidup sehingga mampu menghentikan semua agresi kapitalisme dan juga pengembannya.[] M. Siregar

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments