Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mindset Sekuler Kapitalis Penyebab Perselingkuhan Marak Terjadi

Tintasiyasi.com -- Belakangan jagat sosial media diramaikan dengan perselingkuhan seorang artis, yang bahkan sudah dilakukan berulang kali dan memicu serangan warganet kepada sosok tersebut.

Kasus ini juga sebagai salah satu faktor perceraian yang marak terjadi hari ini. Istri sah yang menjadi korban biasanya dicap sebagai istri yangg tidak bisa menjaga perasaan suami. Kata-kata atau perilakunya tidak baik atau seringkali melalaikan kewajiban kepada suami sehingga suami mudah berpaling. Namun ada juga istrinya sudah baik tapi suaminya masih selingkuh juga. 

Kalau dilihat dari kasus yang semakin sering terjadi, siapa yang harus disalahkan? Pelakor kah, suami sendiri atau istri yang tidak pandai menjaga suami? Ternyata, sebagaimana dikutip dari Youtube Ustaz Felix Siauw, perselingkuhan terjadi karena masyarakat saat ini mengunakan mindset sekuler kapitalis sebagai pandangan hidup dengan tujuan untuk kesenangan semata dan memisahkan aturan agama dari kehidupan. 

Mindset sekuler kapitalis ini membuat laki-laki tidak bisa mengontrol hawa nafsunya padahal sudah menikah dan mempunyai keluarga kecil. Terbuai dengan hasutan setan yang katanya rumput tetangga serasa lebih hijau sehingga tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya sehingga terjadilah perselingkuhan. 

Mindset ini sangat berbahaya karena semua orang tidak peduli dengan halal dan haram serta lebih mementingkan kesenangannya semata. Mindset yang salah ini dengan mudah menyerang generasi karena mereka tidak memahami Islam secara kaffah. Sistem hari ini membuat sibuk dengan dunia saja, mementingkan kepentingan dirinya sendiri sehingga banyak peran dalam keluarga yang hilang. 

Oleh karenanya, agar kasus perselingkuhan bisa teratasi dan tidak menjangkiti generasi kita, butuh peran negara yang bisa mengondisikan warga negaranya supaya menjadi generasi yang taat syariat. Negara yang seperti itulah yang akan menerapkan seluruh aturan Islam.
 
Sistem negara Islam ini akan memulai dengan penerapan sistem pendidikan berbasis akidah Islam agar membentuk generasi yang berkepribadian Islam sehingga tidak ada perilaku selingkuh karena perilaku selingkuh merupakan khianat yang dilarang dalam Islam. 

Dalam Kitab al-Mufrodat dijelaskan khianat itu melanggar hak dan merusak perjanjian secara sembunyi-sembunyi dan Allah mengharamkan perilaku ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Bahwa Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS Yusuf: 52). 

Selain itu orang yang berselingkuh berarti telah menjalin hubungan terlarang dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, dengan kata lain ini merupakan perzinaan, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS al-Isra': 32). 

Tidak hanya lewat sistem pendidikan saja, sistem Islam akan mengontrol semua aspek mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang taat dengan aturan Islam. Juga akan memberikan sanksi yang tegas dan membuat efek jera kepada pelaku selingkuh yang berzina yaitu mereka akan dicambuk sebanyak 100 kali bagi yang belum menikah dan dirajam hingga mati jika dia sudah menikah.

Maka, jika sistem Islam diterapkan akan meminimalisir tindakan perselingkuhan bahkan bisa saja masyarakat takut dengan hukuman yang diberikan. Sehingga tidak akan ada pelaku dan korban perselingkuhan ini.[]

Oleh: Hana Sheila
(Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok)



 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments