Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sistem Kapitalis Memaksa Rakyat Terbiasa dengan Banjir dan Longsor


TintaSiyasi.com -- Beberapa tahun terakhir ini Indonesia selalu diterjang berbagai bencana alam, beberapa di antaranya terjadi sepanjang tahun di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk pada tahun 2023 ini bencana alam terus terjadi di wilayah-wilayah tertentu.

Di kutip dari Tribunjabar.id, setelah diguyur hujan lebat Jalan Raya Laswi, Cidawolong, perbatasan Ciparay Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat (24/3/2023) kembali terendam banjir. Bahkan kendaraan roda dua yang memaksakan melewati genangan air tersebut mengalami mati mesin atau mogok.

Selain banjir, longsor pun kerap terjadi di daerah Bandung seperti dilansir dari CNN Indonesia. Bencana banjir dan longsor terjadi di wilayah Kabupaten Bandung akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (22/3) malam hingga Kamis (23/3) ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan ketinggian banjir hingga 160 cm di beberapa daerah. "Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu malam sampai Kamis pagi, menyebabkan Sungai Citarum dan beberapa anak sungai meluap di wilayah Kabupaten Bandung, hingga menyebabkan banjir, longsor, dan rumah roboh," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska, dikutip Antara, Kamis (23/3).

Berbagai upaya penanggulangan banjir dan longsor sudah dilakukan baik oleh pemerintah maupun warga sekitar. Namun hal ini tidak bisa menghentikan terjadinya bencana ini, sebab solusi penanggulangan hanya bersifat sementara, dan tidak memberikan perubahan yang signifikan. Belum lagi sangat jarang dilakukannya upaya pencegahan (preventif), biasanya pemerintah setempat hanya akan memberikan solusi saat bencana ini memang sudah benar-benar terjadi.

Hal ini pun menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak sepenuh hati dalam melayani rakyatnya. Terbukti dengan bencana banjir dan longsor yang terus datang tanpa ada penanganan yang serius, hal ini terus berulang setiap tahun di tempat yang sama, bahkan makin buruk keadaannya setiap tahunnya. Apalagi hal ini terjadi menjelang bulan ramadhan, yang mana seharusnya rakyat dan umat disibukkan untuk mempersiapkan berbagai persiapan menjelang melakukan ibadah shaum. Namun faktanya masyarakat masih disibukan dengan permasalahan banjir dan longsor ini. Hingga berita banjir dan longsor bukan lagi hal yang mengejutkan, hingga seolah-olah hal yang biasa untuk terjadi.

Semua ini disebabkan penerapan kapitalisme yang dianut, kapitalisme tidak menjadikan kepentingan rakyat menjadi sebuah kepentingan yang harus disegerakan dan diutamakan. Kepentingan para penguasa dan pengusaha akan menjadi fokus utama dalam sistem ini. Dalam sistem ini pula semua aspek kehidupan tidak diatur oleh agama, agama hanya dicukupkan di lingkungan masjid saja. Agama tidak diikut sertakan untuk mengatur kehidupan. Padahal Islam mengatur segala aspek kehidupan dan memberikan segala solusi permasalahan umat. Termasuk masalah kebersihan yang menjadi salah satu penyebab penyebab utama banjir, masyarakat masih ada yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan.

Dalam sistem Islam masalah banjir dan longsor ini pasti dapat diatasi dengan baik, seorang pemimpin (khalifah) akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kenyamanan untuk umatnya. Dan setiap umat sudah ditanamkan iman dan takwa sehingga sadar dan takut dosa kalau melakukan perbuatan maksiat termasuk tidak merusak lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Neni Murniati
(Muslimah Peduli Umat)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments