Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Simalakama Kebijakan Peningkatan Arus Wisatawan

TintaSiyasi.com -- Pariwisata di Bali dihebohkan  dengan ulah ugal-ugalan turis asing yang membuat warga asli tidak nyaman. Pembukaan wisata paska pandemi terbukti membawa berbagai hal yang harus dipikirkan solusinya.

Negara menginginkan devisa yang tinggi dari sektor pariwisata, namun saat ini yang terjadi justru ketidaknyamanan masyarakat asli. Hal ini seharusnya menjadi perhatian penting negara, lebih-lebih demi kenyamanan penduduk asli. Sejumlah unggahan menyebutkan turis asing di Bali bekerja secara ilegal dengan menawarkan jasa fotografi, latihan bersepeda motor, berselancar, cukur rambut, sampai jualan sayur.
Ivan -bukan nama sebenarnya- 40 tahun, asal Moskow, Rusia, tinggal di Bali sejak satu tahun lalu. Ia nekat bekerja secara ilegal dengan alasan agar bisa memperoleh "uang ekstra" dari latihan selancar sebesar "US$50 dalam sekali latihan". Dan, kata Ivan, isu bekerja ilegal ini sudah menjadi masalah berlarut-larut di Indonesia.

"Banyak orang seperti bule tinggal di sini selama 15-20 tahun, dan mereka bekerja seperti itu setiap saat," katanya. (kompas.com, 11 Maret 2023) 

Gubernur Bali, Wayan Koster akan melarang para wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing menyewa sepeda motor. Larangan itu, akan disahkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). (CNN Indonesia, 12 Maret 2023) 

Ini membuktikan bahwa para pekerja turis Ilegal sudah sangat lama melakukan kegiatan tersebut. Pertanyaannya mengapa baru sekarang dipikirkan solusinya? Apakah karena sebelumnya tidak ada laporan keresahan dari warga? Ada apa sebenarnya? 

Demikianlah kebobrokan kebijakan kapitalisme yang ingin membangkitkan perekonomian dengan  meningkatkan arus wisatawan Asing. Yang terjadi justru berusaha merampas pekerjaan masyarakat. Perekonomian pun terancam memburuk, masyarakat akan kembali terpuruk.
Kapitalisme terbukti tidak bisa mengawasi para turis Asing sehingga membuat kekacauan, beredar video turis melakukan kekerasan di jalanan beberapa waktu lalu dengan menendang pengguna sepeda motor di bali hingga terjatuh. Hal ini tidak bisa dibiarkan kita butuh solusi tuntas. Bukan sekedar kebijakan atau peraturan yang lemah tindakan. 

Sudah semestinya kita beralih pada sistem Islam bernama Khilafah, maka segala masalah akan segera diatasi menunggu keresahan / komplain masyarakat. Karena kejadian ini bisa jadi tidak hanya terjadi di bali mungkin saja di tempat wisata lain, namun tidak ada yang mengetahui. 
Dengan begitu khalifah akan melakukan pengawasan ketat terhadap Turis Asing di seluruh  wilayah khilafah. Inilah kenikmatan hidup dalam naungan khilafah, kenyamanan, kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan masyarakat benar-benar diutamakan. 

Islam memiliki aturan yang jelas tentang pariwisata dan hal-hal yang terkait dengannya. Keamanan rakyat dan kenyamanan seharusnya menjadi prioritas, sehingga negara akan tegas bertindak. Apalagi terkait dengan warga asing yang masuk wilayah daulah. Semua kebijakan khalifah tidak bisa diterapkan dalam sistem kapitalisme. Sehingga kita harus sadar untuk membangkitkan kembali syariat Islam di tengah-tengah umat. Dengan begitu sistem daulah Islamiyah bisa segera kita rasakan. 

Kita membutuhkan peran pemuda sebagai pembangkit peradaban untuk terus Berjuang melawan kebobrokan kapitalisme dengan terus berdakwa dan mengkaji Islam serta menerapkan secara kaffah.

Oleh: Sarinem
Sahabat Tintasiyasi
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments