Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pengajian Ibu-Ibu Dipersoalkan, Mengapa?

TintaSiyasi.com -- Ada apa dengan pengajian ibu-ibu? Mengapa dipersoalkan? Aktivis dan advokat Ahmad Khozinudin ikut menyoroti pernyataan Megawati Soekarnoputri soal pengajian. Khozinudin blak-blakan mempertanyakan motif dari Ketua Umum PDIP tersebut menggunakan “ibu-ibu pengajian” untuk menggambarkan sesuatu yang tak baik terkait mengurus anak. “Secara motif kita bertanya-tanya ke Ibu Megawati, apa sih motifnya mempersoalkan pengajian?” ujar Khozinudin melalui kanal Youtube miliknya, dikutip Jakart, Rabu (Wartaekonomi.com 22/2/23).

Sebagai seorang Muslim tidaklah pantas untuk mempertanyakan mengapa ibu-ibu rajin pergi ke pengajian, karena di dalam Islam menuntut ilmu itu hukumnya wajib. Sehingga sudah menjadi tugas dan kewajiban umat Islam dalam menuntut ilmu. Karena dengan pergi mengaji mereka mendapatkan ilmu sehingga jadi lebih memahami agama Islam. Begitu juga akan mendapatkan kajian mengurus anak dan rumah tangga. 

Dengan ikut mengaji ibu-ibu dapat memanajemen waktu menjadi lebih baik dan tidak hanya disibukkan dengan urusan dunia saja. Apa jadinya jika seorang ibu tidak paham agama? Apalagi di era perkembangan zaman tekhnologi seperti sekarang ini kerusakan ditimbulkan dari berbagai aspek kehidupan yang menyerang generasi muda, seperti pergaulan bebas, narkoba, geng motor. Dan penyelesaian itu semua butuh ilmu tidak hanya dengan air mata, jadi kalau ibu cuma sibuk di dapur tanpa dibekali ilmu agama, bagaimana membentengi anaknya dari pergaulan bebas? 

Dari seorang ibu yang shalihah akan terlahir generasi yang saleh-salihah, tetapi itu semua tidak didapat dengan instan. Melainkan seorang ibu harus bisa menyisihkan waktu disela-sela kesibukannya untuk pergi mengaji. Jadi tidak benar seorang ibu yang mengikuti pengajian malah mengabaikan urusan rumah dan anak-anaknya. Justru dengan pergi mengaji seorang ibu jadi lebih tahu dan paham akan tugas dan kewajibannya. Serta tidak meninggalkan kewajibannya dalam menuntut ilmu karena keduanya sama-sama penting.   

Seharusnya menjadi tugas negara dalam memberikan pemahaman dan pendidikan ilmu agama kepada seluruh rakyatnya. Supaya tidak terjadi kerusakan di segala aspek kehidupan seperti yang terjadi belakangan ini, banyaknya anak-anak remaja yang hamil diluar nikah karena pergaulan bebas. Itu disebabkan karena mereka tidak dipahami tentang ilmu agama sehingga akidah mereka mudah sekali goyah, karena ikut-ikutan gaya hidup bebas kapitalis. 

Dalam QS.Al-Mujadalah: 11, Allah SWT berfirman.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Di sinilah betapa pentingnya bagi umat untuk mempunyai pemimpin yang paham ilmu agama, agar dapat menjalankan syariat Islam secara kaffah, sehingga bisa menjadi pelindung dan perisai bagi rakyatnya. Itu semua bisa terwujud apabila negara ini menegakkan sistem Islam secara kaffah yang bersumber dari Al-Qur'an dan as-sunah. Sehingga tercapailah suatu masyarakat dengan pemahaman akidah Islam yang shahih. Allahu'alam bish-shawa.[]

Oleh: Ermawati
Aktivis Dakwah

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments