Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kemiskinan Makin Meninggi, Kartu Prakerja Bukan Solusi


TintaSiyasi.com -- Sulitnya ekonomi dan maraknya PHK dimana-mana menambah PR negara sebagai penjamin untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Adapun solusi yang telah dicanangkan. Dari tahun 2019 hingga kini seperti tidak berefek sama sekali, pemerintah tetap saja ngos-ngosan mengentaskan kemiskinan dengan diberikan pelatihan, pembinaan dan bantuan tunai dalam bentuk Kartu prakerja namun masih sulit membawa pada kesejahteraan.

Seperti fatamorgana pemberantasan kemiskinan yang tidak kunjung usai justru dengan kebijakan Kartu prakerja yang katanya berhasil setidaknya memberi pekerjaan dan usaha sebagaimana Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan, Program Kartu Prakerja telah diikuti lebih dari 16.4 juta peserta sejak diluncurkan tahun 2020 hingga akhir 2022. Ia bilang, sepertiga dari peserta dari peserta kartu prakerja yang menganggur itu kini sudah memiliki pekerjaan. (Kompas.com, 12/2/23)

Terbalik dari fakta, justru kemiskinan semangkin meninggi, kesulitan ekonomi merata dirasakan oleh rakyat. Maka tidak dipungkiri kartu prakerja tidak berdampak pada ekonomi masyarakat sama sekali. Hal ini disebabkan kebijakan yang diberikan bersifat parsial dan bukanlah memecahkan masalah pokok dari inti masalah masyarakat saat ini.

Bagaimana tidak dikatakan kebijakan Kartu prakerja ini tidak solusi?? Sebab yang menguasai pasar dan modal adalah para elit kapitalis. Para UMKM harus bersaing dengan produk asing, modal yang tidak memadai dan tidak adanya support dari pemerintah, permainan harga oleh para tengkulak/calo, belum lagi para pekerja karyawan yang dihadapi oleh UMR yang tidak dapat mencukupi kebutuhan.

Inti masalah kesulitan ekonomi dunia saat ini adalah adanya sistem kapitalisme yang bercokol di setiap Belahan negeri di dunia ini. Para elit kapitalis yang rakus ingin menguasai seluruh sumber daya alam, bahkan merampas hak rakyat demi kekayaan dan kekuasaan yang tidak ingin dibagi dengan siapapun melainkan hanya untuk segelintir orang saja. Selama sistem kapitalisme masih dipakai oleh negari ini maka tidak akan mensejahterakan rakyat sama sekali walaupun kebijakan kartu prakerja kerja diupayakan secara maksimal dan dimodifikasi dan direnovasi tetap tidak akan mampu menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan. Masih inginkah kita hidup dalam sistem kapitalisme yang rusak ini? Tentu tidak. Jika demikian, harus ada pengganti dari sistem rusak ini sebagai pecah problematika umat manusia secara mendasar dan menyeluruh.

Islam memenuhi hal tersebut, sebab Islam diturunkan oleh sang pencipta yang mengetahui segala hal sebab Islam bukan hanya sekedar agama spritual saja melainkan sistem yang bisa memecahkan problematika Manusia secara mendasar dan menyeluruh. Didalam sistem Islam tidak akan memberikan ruang bagi para kapitalis atau asing dalam menguasai sumber daya alam sebab hal tersebut adalah kepemilikan negara yang akan dikelola untuk kebutuhan rakyat. Selain itu, negara akan menjamin bagi laki-laki yang baligh untuk mampu mendapatkan pekerjaan dan upah yang sepadan. Dan mengentaskan kemiskinan dengan memenuhi kebutuhan pokok dan hajat umatnya. Bahkan negara memiliki cara mendistribusikan harta sesuai hukum syariat yang tidak membiarkan harta berkutat pada beberapa orang saja. Solusi kemiskinan yang kian akut dan pengangguran kian meningkat maka tidak ada solusi lain kecuali menerapkan Islam kaffah sebagai aturan hidup dan bernegara. Allahu 'alam bishowab.


Oleh: Lestia Ningsih, S.Pd.
Aktivis Muslimah

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments