Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ketika Laki-Laki Kehilangan Fungsi Qawwamahnya

TintaSiyasi.com -- Allah SWT berfirman dalam surat An Nisa ayat 34,
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya".
Demikianlah Allah sang maha pencipta, menetapkan laki-laki sebagai Qawwam (pelindung) bagi perempuan. Namun sayang, di era sekarang, banyak laki-laki telah kehilangan fitrahnya. Bukannya menjadi pelindung, tak jarang para suami justru menjadi orang yang menyakiti keluarga yang harusnya ia jaga. 

Salah satu berita menyayat hati, adalah RN (31) tega menganiaya istrinya berinisial NI (31) dan membunuh anak perempuannya berinisial KPC (13) menggunakan parang. Aksi kejam dan biadab yang dilakukan suami kepada istri dan anaknya tersebut, terjadi di sebuah rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Mirisnya, si anak meninggal dalam keadaan memakai seragam sekolah SD. Pasalnya, kejadian ngeri itu terjadi di pagi hari saat si anak hendak berangkat ke sekolah (liputan6.com, 01/11/2022).

Di tempat lain, Aksi kejam dan biadab dilakukan seorang suami kepada istri dan anaknya di sebuah rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. penganiayaan tersebut dilakukan sang suami di pinggir jalan di Pangkalan Jati, Cinere disaksikan sang anak yang masih balita dan warga sekitar (beritasatu.com, 06/11/2022).

Kemudian, sekitar akhir Maret 2022 yang lalu, seorang ayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, WD (41) ditangkap polisi karena tega memperkosa anak kandungnya yang masih berusia 8 tahun hingga tewas. Aksi biadab pelaku sudah dilakukan tiga kali di indekosnya daerah Tlogosari Wetan, Pedurungan setelah bercerai dari istrinya pada 2017 (kompas.com, 21/03/2022). Sungguh tidak bisa dinalar, betapa kejinya seorang ayah kepada anak kandungnya sendiri.

Fakta-fakta diatas hanyalah sekelumit cerita dari sekian banyaknya kasus penganiayaan keluarga oleh sosok ayah. Kasus KDRT, pemerkosaan, bahkan pembunuhan ayah terhadap keluarganya setiap hari silih berganti tak ada habisnya. Inilah bukti bahwa hiruk pikuk dunia saat ini telah menggerus kejantanan kaum lelaki. Menggambarkan dengan jelas betapa bobroknya moral generasi bangsa ini dari hari ke hari. 

Laki-laki, khususnya seorang ayah, seharusnya menjadi panutan, pelindung dan pengayom istri dan anak-anaknya. Ayah adalah satu orang yang bisa dikatakan adalah sandaran bagi anggota keluarga lainnya. Namun di jaman sekarang, ayah atau laki-laki pada umumnya, telah jauh dari fitrah yang sesungguhnya. Lelaki sering kali menjadi perusak dan penghancur hidup perempuan. 

Disisi lain, seiring globalisasi dan modernisasi, kesetaraan gender digaungkan di seluruh dunia, menimbulkan anggapan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki tanggung jawab yang setara, termasuk dalam hal pekerjaan. Jadilah banyak laki-laki menjadi pengangguran karena berebut lapangan pekerjaan dengan perempuan. Tak jarang dalam sebuah keluarga si ayah tidak bekerja tapi si ibulah yang bekerja. Si ayah, malah menjadi pengurus rumah tangga yang hanya berdiam dirumah. Jika demikian maka sang ayah pun otomatis akan kehilangan harga diri dan martabatnya sebagai kepala keluarga.

Cerita-cerita kepahlawanan seorang ayah sudah jarang dijumpai. Ayah seringkali tidak menjalankan perannya, justru menjadi teror bagi keluarganya. Semua ini akibat dari kehidupan sekuler yang telah lama diterapkan. Setiap orang hanya bertindak sesuai dengan hawa nafsunya. Nilai-nilai agama telah jauh ditinggalkan. Padahal, manusia tidak bisa bertindak sesuka hati melampaui norma agama, sebab akan menimbulkan kekacauan. Khususnya agama Islam yang memiliki aturan lengkap bagi seluruh lini kehidupan manusia.

Kedudukan Laki-laki Dalam Pandangan Islam

Islam, sebenarnya tidak bertentangan dengan ide kesetaraan gender. Islam memandang bahwa laki-laki dan perempuan memiliki fitrahnya masing-masing sehingga memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang berbeda. Maka Islam jauh lebih sempurna daripada paham kesetaraan gender. 

Coba kita pikirkan, fisik perempuan dan laki-laki jelas berbeda sejak lahir. Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa laki-laki memiliki otot yang lebih kuat. Maka pastilah laki-laki lebih pantas bekerja mencari nafkah. Lebih-lebih pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar, kuli bangunan misalnya. Apabila kita berpatokan pada kesetaraan gender, apakah pantas atau apakah sanggup perempuan melakukan pekerjaan berat seperti itu? Tentu tidak. Ini hanyalah salah satu contoh. Islam telah memuliakan, baik laki-laki maupun perempuan dengan syariat nya yang lengkap.

Pada surat An Nisa ayat 34 diatas, disebutkan bahwa laki-laki adalah "Qawwam".  Al-Maraghi menjelaskan makna “qawwam” di sini adalah keutamaan laki-laki daripada perempuan. Keutamaan tersebut terbagi menjadi tiga. Pertama, “fitrawiyun” yang menunjukkan kepada kekuatan laki-laki dan kesempurnaan bentuk yang diikuti dengan kemampuan akal dalam berpikir laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan. Sehingga, laki-laki dapat berpikir dengan lebih sehat, tenang dan lebih tajam dalam menyelesaikan masalah. 

Keutamaan kedua bagi laki-laki adalah “kasabiyyun” yang berarti kemampuan laki-laki dalam bekerja. Oleh karena itu, laki-laki (suami) memiliki beban untuk memberi nafkah terhadap istri dan berfungsi sebagai kepala keluarga. Sebagaimana yang diungkapkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan “ar-rijalu qawwamuna ‘ala an-nisa” adalah laki-laki itu pemimpin kaum perempuan dalam artian sebagai kepala, hakim, dan pendidik bagi perempuan. 

Keutamaan ketiga adalah kenabian yang dikhususkan kepada laki-laki. Disebabkan oleh kelebihan laki-laki dari perempuan. Begitu pula kepala negara, kehakiman, dan lain-lain. Agar segala urusan umat manusia menjadi lebih sempurna. Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang mengangkat wanita sebagai pemimpin dalam urusan mereka.” (HR Bukhari).

Demikianlah begitu pentingnya kedudukan laki-laki bagi peradaban umat manusia. Namun mereka hanya akan mampu menjalani fitrahnya dengan sempurna apabila telah ditegakkan aturan Islam secara sempurna. Sebab sistem Islam menjaga dan memelihara segala urusan umat agarsesuai dengan aturan Allah. 

Sistem sekuler yang berlaku sekarang tidak akan mampu mewujudkan peran laki-laki sebagaimana mestinya. Ketika telah tercabut fitrah Qawwam pada diri laki-laki, kehancuran manusia tinggal menunggu waktu. Maka jalan paling logis yang bisa kita tempuh adalah berupaya menegakkan sistem Islam secara total dan menyeluruh diatas muka bumi ini. Wallahu a'lam bisshawab.

Oleh: Dinda Kusuma Wardani T.
Sahabat TintaSiyasi
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments