Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Narkoba di Tubuh Aparat, Bagaimana Nasib Keamanan Rakyat?

TintaSiyasi.com -- Tidak heran, namun akan menambah poin kekecewaan dan mengurangi poin kepercayaan rakyat terhadap institusi penegak hukum di negeri ini. Belum usai kasus ditubuh polri atas kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Irjen Ferdi Sambo, muncul lagi kasus keterlibatan peredaran narkoba dari beberapa anggota polri dan diantaranya seorang kapolda Jatim, Irjen Teddy Minahasa.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kronologi keterlibatan Teddy dalam kasus penjualan narkoba ini dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (14/10). Awalnya, Sigit mengungkapkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya melakukan pengungkapan peredaran gelap narkoba dari laporan masyarakat. Saat itu penyidik mengamankan tiga orang warga sipil dan dua anggota Polri berpangkat Bripka dan Kompol.

Sigit menuturkan bahwa pihaknya kemudian terus melakukan pengembangan kasus kepada seorang pengedar. Hasilnya, penyidik menangkap oknum mantan Kapolres Bukit tinggi berpangkat AKBP, yakni AKBP Dody Prawiranegara. Saat ini ia menjabat sebagai Kabag Rolog Polda Sumatera Barat. Dari penangkapan Dody itu, penyidik baru menemukan keterlibatan dari Irjen Teddy Minahasa (makassar.tribunnews.com,14/10/2022)

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Sulsel, Jamil Misbach menganggap penangkapan itu merupakan hal luar biasa. Hal ini dikarenakan Irjen Teddy Minahasa merupakan perwira tinggi pertama yang ditangkap terkait dengan kasus peredaran narkoba yang sebelumnya kasus – kasus narkoba hanya menyeret nama polisi kelas menengah ke bawah. (makassar.tribunnews.com,14/10/2022)

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas mengaku prihatin dengan penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa terkait kasus dugaan peredaran narkoba. Kasus ini membuat masyarakat pesimistis akan pemberantasan narkoba di Indonesia. Ketua PP Muhammadiyah ini mengatakan kasus tersebut memperbesar ketidakyakinan masyarakat terhadap Polri terutama dalam mencegah penyebaran narkoba. Sebab oknum kepolisian yang dipercaya sebagai penegak hukum ikut memperdagangkan narkoba (nasional.sindonews.com, 14/10/2022)

Tertangkapnya perwira tinggi Irjen Teddy menunjukkan semakin utopisnya pemberantasan narkoba di negeri ini. Maka bisa dibayangkan bagaimana nasib masa depan negeri ini? Betapa mirisnya kehidupan umat saat ini yang semakin terancam keselamatan harta, jiwa, akal dan kehormatannya. Tidak ada yang betul-betul mampu menjamin keselamatan diri dan keluarga. Aparat yang memiliki tugas dalam melindungi dan mengayomi masyarakat ternyata toh banyak juga yang terlibat kasus kriminal. Mengapa ini bisa terjadi? 

Penerapan sistem kapitalisme dengan asas sekulerisme inilah yang menjadi biang kerok dari semua persoalan umat yang muncul, termasuk kasus narkoba. Sistem ini telah melahirkan individu-individu yang mudah bermaksiat, tidak memiliki rasa takut dan muroqobah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala, yakni kesadaran dirinya bahwa ia selalu berada dalam pengawasan Allah dan kelak setiap perbuatan akan dihisab. Selain itu, sistem ini juga telah melahirkan masyarakat yang individualis. Rasa kepedulian atau kasih sayang serta amar ma’ruf nahi mungkar sudah semakin memudar. Ungkapan “urus saja dirimu sendiri” menjadi slogan andalan yang telah melekat.

Tidak cukup demikian, akibat dari penerapan sistem kapitalisme telah menciptakan Negara yang gagal dalam mengurusi segala kebutuhan hidup manusia. Dalam hal kasus narkoba yang semakin marak terjadi akibat desakan faktor ekonomi, biaya hidup makin berat, peluang kerja yang sempit, sementara bayang-bayang krisis ekonomi di depan mata, menjadikan transaksi narkoba memang menggiurkan. Belum lagi faktor sanksi yang diterapkan bagi para pengedar dan pengguna narkoba, tidak memberi efek jera. 

Dari sinilah seharusnya fakta yang telah berada di depan mata mampu mengantarkan kesadaran untuk melakukan perubahan segera secara mendasar. Sebuah sistem yang telah rusak dari asas harus dicabut dan ganti dengan sistem baru dengan asas yang benar. Sistem yang benar tidaklah datang dari manusia yang hakikatnya punya kelemahan dan keterbatasan diri. Namun sistem tersebut harus berasal dari sang pemilik langit dan bumi, Dialah Allah Subhaanahu wa Ta’aala melalui utusan-Nya Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wassalam. Sistem tersebut yakni Islam. 

Islam datang dengan seperangkat konsep dan metode yang mampu menjawab seluruh problematika kehidupan manusia. Penerapan Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, bukan hanya mampu menyelesaikan berbagai persoalan namun mampu menjamin keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur`├ón) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri” (TQS. an-Nahl:89)

Dalam ayat lain, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman ”Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin)” (TQS. al-Anbiya’107)

Wallahu’alam bissawab

Oleh : Putri Dwi Kasih Anggraini 
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments