Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Aktivis 98 Nilai Pergerakan Sebelas April Adalah Oasis di Tengah Kezaliman


TintaSiyasi.com -- Aktivis 98 Agung Wisnuwardana menyebut bahwa pergerakan 11 April adalah oasis di tengah terik kezaliman negeri. 

“Pergerakan 11 April kemarin, saya menyebutnya oasis di tengah terik kezaliman negeri,” ungkapnya dalam Perspektif PKAD: Membaca Peluang Ganti Rezim dan Sistem Sebagai Agenda Besar Perubahan, Selasa (12/04/2022) di YouTube Pusat Kajian Analisa Data.

Agung menilai, antara pergerakan 98, 66, dan 2022 memiliki hal yang sama, yakni merasa ada kondisi yang tidak mapan dan menyentuh moralitas, sehingga memunculkan kekuatan moral yang dimaknai sebagai membawa amanat rakyat.

“98 berawal dari satu kondisi yang merasa tidak tepat dilakukan oleh Orde baru dengan otoritarianisme, kemudian korupsi, kolusi dan nepotisme, tidak meratanya sistem ekonomi, sehingga suasana krisis menyelimuti dan menyebabkan mahasiswa bergerak. Yang terjadi hari ini pun tidak jauh beda,” jelasnya.

Menurutnya, ia sudah menunggu lama untuk dapat melihat mahasiswa bangkit. ”Mulai dari terkait Omnibus Law, UU Cipta Kerja, UU IKN, minyak langka dan naiknya BBM dan sikap-sikap bohong Jokowi terhadap janji politik,” tuturnya.

Meskipun demikian, ia menyadari bahwa mahasiswa tidak bisa terlepas dari diskusi. “Diskusi- diskusi, disepakati, kemudian aksi,” ungkapnya.

Ia mengkritisi aksi yang terjadi kemarin, yakni berbaliknya mobil komando setelah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bertemu dengan perwakilan DPR.

“Saya mendorong, tolong BEM terbuka! Kemarin, lirih-lirih berbicara dengan Pak Ahmad dan Kapolri, kemudian naik ke panggung, selanjutnya mobil berbalik arah,” desaknya.

Agung khawatir, jika pergerakan mahasiswa akan berhenti atau menjadi lemah. Terlepas dari itu, ia mengapresiasi pergerakan-pergerakan yang sudah ada.

“Saya mendorong, pergerakan mahasiswa agar tidak terjebak di symthoms system (melihat dari gejala), mari kita naik ke deep thinking (membaca masalah dari pola dan struktur) dan system thinking,” pungkasnya.[] Mustaqfiroh
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments