Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Cukupkah dengan Peringatan Hari Anak?

TintaSiyasi.com -- Anak adalah karunia dan harapan bagi setiap orang tua. Mereka merupakan generasi penerus yang akan membawa perubahan dan memimpin dunia di masa depan. Perjalanan hidup anak-anak penuh dengan keajaiban, tumbuh kembang, dan eksplorasi, serta diwarnai oleh pengalaman yang membentuk karakter dan kepribadian mereka. Secara psikologis, masa anak-anak merupakan fase di mana individu mengalami perkembangan secara fisik, mental, dan sosial. Selama periode ini, anak-anak biasanya belajar dan tumbuh, mengalami perubahan dalam keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman tentang dunia di sekitar mereka.

Pada tahun ini, tepatnya tanggal 23 Juli pemerintah Indonesia mengadakan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dengan mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian PPPA menganugerahi Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2023 kepada 360 kabupaten/kota yang terdiri atas 19 Kategori Utama, 76 Kategori Nindya, 130 Kategori Madya, dan 135 Kategori Pratama.

Sementara Penghargaan Provinsi Layak Anak berhasil diraih  oleh 14 provinsi yakni Provinsi Bali, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat. 

Ada sebanyak 19 kabupaten/kota meraih penghargaan Kategori Utama di mana delapan Kabupaten/Kota di antaranya berhasil mempertahankan predikat dari tahun lalu, yaitu Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Surakarta, Kota Denpasar, Kota Jakarta Timur, Kota Probolinggo, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Siak.

Sementara itu, sebanyak 11 kabupaten/kota berhasil meraih peningkatan dari predikat Kategori Nindya menjadi Kategori Utama, yakni Kabupaten Bantul, Kota Balikpapan, Kota Sawahlunto, Kabupaten Tulungagung, Kota Semarang, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Selatan, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Madiun, dan Kabupaten Sragen.

Terlebih, penghargaan tersebut terasa istimewa di tengah kuatnya keinginan untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan oleh berbagai pihak dalam mewujudkan cita-cita menuju Kabupaten/Kota Layak Anak dan Indonesia Layak Anak (Idola) 2030 serta Indonesia Emas 2045. (m.antaranews.com )

Peringatan HAN tersebut mengingatkan semua orang agar hak anak dapat terpenuhi dengan baik. Sejak dalam kandungan, anak sebenarnya sudah menghadapi berbagai ancaman yaitu stunting. Juga ancaman lainnya ketika lahir seperti kekerasan, perkawinan anak, anak berhadapan dengan hukum, dan lainnnya. Tetapi apakah cukup dengan peringatan hari anak yang diadakan hanya sehari setahun sekali? Nyatanyapun masih banyak anak yang mengalami kekurangan gizi, stunting, kekerasan baik secara fisik mupun psikis. 

Seperti yang dilansir m.anataranews.com Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan pada 2022, menyebutkan prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen, yang mana mengalami penurunan jika dibandingkan SSGI 2019 dan 2021 dengan prevalensi balita stunting yakni 27,7 persen dan 24,4 persen.

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah tegas untuk menurunkan stunting. Salah satunya dengan melakukan penyuluhan tentang cara mendidik anak, bagaimana pola pengasuhan anak, menjaga kesehatan ibu hamil, hingga bagaimana pemberian nutrisi yang tepat pada anak. Penyuluhan dapat dibantu melalui media cetak maupun media masa.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak adalah individu yang unik dengan perkembangan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, peran orang tua dan masyarakat sangat penting dalam mendukung perkembangan anak secara positif dan memberikan perlindungan serta pemenuhan hak-haknya agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, bahagia, dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, mengajarkan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan terhadap anak-anak sebagai salah satu nilai utama dalam kehidupan beragama. Dalam ajarannya, Islam memberikan panduan dan tuntunan yang kuat mengenai bagaimana menjamin dan melindungi hak-hak anak. Berikut adalah beberapa cara Islam menjamin dan melindungi anak:

1. Hak Asasi Anak
Dalam Islam, anak-anak memiliki hak asasi yang perlu dihormati dan dilindungi. Beberapa hak tersebut antara lain hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk memiliki identitas, hak untuk dilindungi dari eksploitasi, dan hak untuk bermain dan berekspresi. Orang tua dan masyarakat diharapkan untuk memastikan bahwa hak-hak ini dihormati dan terpenuhi dengan baik.

2. Kasih Sayang dan Perhatian Orang Tua
Islam mengajarkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik dan merawat anak-anak dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra [17]: 23).

3. Perlindungan Dari Eksploitasi
Islam melarang keras eksploitasi anak, termasuk pekerjaan anak yang berbahaya dan merugikan hak-hak mereka untuk bermain dan mendapatkan pendidikan. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah akan memperkarakan tiga orang pada hari kiamat: (1) Orang yang telah memberi harga diri orang lain dengan menyatakan bahwa dirinya lebih baik dari orang itu padahal Allah lebih mengetahui apa yang ada pada orang itu. (2) Orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu. (3) Orang yang mempekerjakan orang lemah yang kemudian merasa dirinya telah mendapatkan hak sepadan atas pekerjaannya padahal orang itu sudah melaksanakan pekerjaannya." (HR. Muslim).

4. Pendidikan Agama dan Moral
Islam mengajarkan pentingnya pendidikan agama dan moral untuk membentuk karakter yang baik pada anak-anak. Selain pendidikan formal, orang tua dituntut untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan, etika, dan budi pekerti yang tinggi.

5. Perlindungan Terhadap Kesehatan
Islam juga mendorong untuk menjaga kesehatan anak dengan baik, termasuk memberikan asupan gizi yang seimbang dan menjaga kebersihan diri. Disini peran negara juga ikut andil seperti memfasilitasi kesehatan secara cuma-cuma. 

6. Perlindungan Terhadap Pengaruh Negatif
Orang tua dan masyarakat dalam ajaran Islam bertanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari pengaruh negatif, termasuk konten yang tidak pantas dan lingkungan yang buruk.

Islam memberikan pedoman yang jelas mengenai bagaimana menjamin dan melindungi hak-hak anak. Kasih sayang, perhatian, dan perlindungan terhadap anak merupakan nilai-nilai yang ditanamkan dalam ajaran Islam. Dengan mematuhi tuntunan ini, orang tua dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman dan penuh cinta, di mana anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Wallahu A'lam Bishawab

Oleh: Istikomah 
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments