Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pandangan Hidup Adalah Solusi

TintaSiyasi.com -- Apa yang membedakan generasi para sahabat Rasulullah saw dengan generasi kita saat ini? Sejarah dan fakta berbicara, beda kualitas! Tapi bukankah ajaran Islam yang kita anut saat ini sama sebagaimana Islam yang Rasulullah saw ajarkan pada para sahabat? Dan mengapa kaum Muslimin dahulu bisa mencapai masa emas peradaban Islam? Apakah ajaran Islam yang saat ini kita amalkan berbeda dengan masa kegemilangan Islam? Sejatinya ajaran Islam tidak akan pernah berubah dan berbeda kapanpun dimanapun. Walaupun kita hidup di zaman Tiktok, tentu kita tak boleh menyelisihi ajaran Islam sebagaimana, Islam saat pertama kali diturunkan pada Rasulullah saw. Dan Al-Qur’an pun tetap terjaga sampai yaumul qiyamah. Lalu mengapa generasi Rasulullah saw berbeda kualitasnya dengan generasi kita saat ini? Padahal ajaran Islam yang kita anut sama.

Dalam Al-Qur’an umat Islam mendapat label khairu ummah, artinya umat Islam harus tampil menjadi umat terbaik sepanjang masa. Sejak dulu hingga kini kita memahami rukun iman dan rukun Islam yang sama. Kita beriman hanya kepada Allah SWT satu-satunya, tak pernah berubah setiap zaman, petunjuk hidup kita sama yaitu Al-Qur’an dan sunnah, kiblat kita sama Ka’bah di Mekkah al mukaromah. Sejak SD sampai SMA, kita bolak balik mempelajari rukun Islam dan rukun iman untuk dihafal. Islam jadi terasa kering tanpa makna, dan tak lebih dari sekedar hapalan. Padahal Islam adalah diin yang  harus diwujudkan, diterapkan dalam kehidupan!

Apa penyebab kualitas umat berbeda?
Apa rahasia kegemilangan dimasa lalu? mengapa Islam di masa Rasulullah saw dan masa kejayaannya mampu menjadi adidaya dunia? Padahal saat itu Islam hadir berawal dari sebuah noktah kecil ditengah dua kekuatan adidaya dunia, yaitu Romawi dan Persia. Sejarah membuktikan negara Islam (daulah Islam) yang baru didirikan oleh Rasulullah saw di Madinah mampu menggetarkan dua adidaya tersebut. Padahal selama berabad-abad, Romawi dan Persia berkuasa di dunia dan bersaing satu sama lain. Negara Islam yang baru saja lahir saat itu, akhirnya mampu menggeser posisi Romawi dan Persia sebagai penguasa dunia. Hingga Islam menyebar keseluruh dunia. Begitu pula keberadaan entitas Yahudi, selama 13 abad, saat Islam memimpin dunia, mereka tak kuasa berkutik. Yahudi tunduk patuh dihadapan aturan Syariah  Allah SWT dan para khalifah. Namun saat kekhilafahan runtuh secara de facto dan de yure, mulailah entitas yahudi Israel laknatullah, berani mengangkangi dan menjajah Palestina. Negri-negri muslim dibuat lemah tak berdaya! Betapa terpuruknya umat Islam hari ini.

Why?? Apa rahasia kegemilangan ini? Mengapa saat ini umat Islam jatuh terpuruk di berbagai sisi, Why?? Rahasianya... Umat Islam dimasa Rasulullah saw hingga era kekhilafahan, memposisikan Islam bukan sekedar identitas di KTP, bukan pula sekedar keyakinan atau agama ritual semata sebagaimana nashrani ,yahudi, hindu, budha atau agama lainnya. Tapi Islam menjadi ideologi (mabda). Sebagai Ideologi, Islam harus menjadi landasan/pijakan dalam mengatur kehidupan. Saat itu Islam sungguh telah menjadi pandangan hidup (way of life)

Sebelumnya kita perlu tahu apa itu Mabda (ideologi)?  Mabda adalah aqidah aqliyah yang terpancar darinya aturan (Syariah). Syariah Islam mencakup semua aspek kehidupan (kaaffah). Sebagai way of life, Islam diterapkan dalam kehidupan sehingga kebaikan Islam terpancar dalam menyolusi semua problematika umat manusia, dari mulai bangun tidur sampai bangun negara. Islam lah satu-satunya way of life yang shahih, karena dia berasal dari pencipta alan semesta, Allah SWT. Ideologi Islam mampu menjadi way out, jalan keluar, solusi semua masalah kehidupan manusia.

Sebaliknya umat ini hari, Islam hanya diposisikan sebagai identitas belaka, dan Islam hanya berperan dalam wilayah ibadah ritual saja. Sementara kehidupan sehari-hari seperti ekonomi, politik sosial budaya, pendidikan dan semuanya diatur oleh ideologi kapitalisme. Way of life umat Islam hari ini adalah kapitalisme sekuler yang materialistik. Mabda kapitalisme dan sosialisme adalah buatan manusia. Sementara manusia adalah makhluk yang akalnya memiliki keterbatasan. Selain itu manusia juga dipengaruhi nafsu. Oleh karena itu mabda selain Islam tidak layak menjadi way of life, sebab penuh cacat dan tak mampu menjadi way out bagi semua problem kehidupan. Mabda selain Islam yaitu kapitalisme sosialisme.

Way Of Life is the way out, hanya ketika Islam menjadi ideologi (Mabda) dan diterapkan secara kaafah (menyeluruh) dalam kehidupan. Islam sebagai mabda Inilah yang merupakan secret life/rahasia kehidupan untuk meraih kegemilangan, kebangkitan hakiki, kemajuan dan kebahagiaan sejati. Sekarang menjadi paham kan mengapa generasi Islam dahulu begitu cemerlang sebaliknya Sekarang umat Islam terpuruk! Pertanyaannya, apakah mau selamat dunia akhirat? Yuk, jadikan Islam sebagai mabda/ideologi/way of life! Tentu dengan mengkaji Islam secara kaffah menyeluruh dari A sampai Z. Wallahu a’lam bishowab

Oleh: Rengganis Santika.A, STP
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments