Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rohingya Terkatung, Butuh Pemimpin Agung


TintaSiyasi.com -- Ratusan pengungsi Rohingya terdampar di Aceh. Namun ternyata ditolak warga setempat. Diduga kapal yang ditumpangi pengungsi Rohingya bocor dan rusak lalu terbawa angin hingga tiba ke perairan Aceh. Pemerintah Indonesia berencana siapkan lokasi khusus bagi pengungsi Rohingya tepatnya di desa Ladong kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar (BBC, 25/12/2022). Sudah sangat lama kaum Muslim Rohingya mengalami kezaliman luar biasa. Di Negara asalnya mereka diperlakukan keji oleh pemerintah Myanmar. Rumah-rumah mereka dibakar, mereka diusir, dianiaya dan mendapatkan perbuatan keji lainnya.
 
Saat mereka ditempatkan di kamp, ternyata kondisi kamp jauh dari kata layak. Akhirnya kaum Muslim Rohingya mengalami eksodus dari tanah mereka. Kaum Muslim Rohingya berlayar tanpa arah ke negeri-negeri Muslim terdekat. Mereka berharap mendapatkan kehidupan yang lebih layak di tanah saudaranya. Namun sungguh nahas setibanya mereka  di pantai negeri-negeri Muslim, mereka juga terlunta-lunta dan tidak mendapatkan kepastian jaminan hidup. Ada yang mengusirnya, ada yang memberi penampungan sementara.

Anehnya PBB yang dikenal sebagai polisi dunia, penjaga perdamaian dunia, tidak mengambil sikap tegas atas kejahatan manusia. Misalkan saja terkait pengungsi Rohingya, perwakilan UNHCR di Indonesia mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia soal penentuan lokasi khusus tersebut. Sementara untuk negara lain PBB tidak mendorong dan memaksa membantu pengungsi Rohingya. Padahal, di sisi lain Indonesia tidak punya kewajiban untuk menerima pengungsi yang masuk, sebab sampai saat ini lndonesia belum meratifikasi Convention Relating to the Status of Refugees (konvensi 1951) dan Protocol Relating to the Status of Refugees.

Inilah sikap hipokrit lembaga dunia kapitalisme saat ini. Kapitalisme tidak akan berdiri di samping kaum Muslim jika kaum Muslim tidak memberi keuntungan pada mereka. Solusi yang mereka gunakan senantiasa bersifat pragmatis. Persoalan Rohingya tidak akan terselesaikan secara tuntas, sebab pangkal persoalannya adalah kezaliman penguasa Myanmar kepada kaum Muslim Rohingya yang tidak diakui oleh petugas setempat. 

Sungguh tidak akan pernah selesai dengan himbauan, ajakan, atau seruan. Masalah ini pun bukan hanya masalah kemanusiaan semata. Namun lebih dari itu, masalah ini menyangkut keselamatan jiwa kaum Muslim. Dan kezaliman rezim Myanmar yang seharusnya dapat ganjaran atas perilaku keji mereka. 

Oleh karena itu, masalah ini hanya bisa diselesaikan ketika ada pemimpin agung yang menaunginya. Karena pemimpin inilah sebagai perisai untuk kaum Muslim yang akan melindungi mereka dari berbagai bahaya, ancaman, serta kezaliman lainnya. Kehadirannya akan membela dan melindungi hak-hak kaum Muslim Rohingya. Pemimpin seperti ini tidak akan hanya berkata-kata namun akan melakukan kerja nyata.

Pemimpin yang agung hanya akan ada jika suatu negara dibingkai dalam aturan Dzat penggenggam alam semesta. Yang mana akan memberi sanksi tegas kepada rezim Myanmar yang sudah menganiaya kaum Muslim. Dan akan mengirimkan pasukan untuk membebaskan kaum Muslim dari kezaliman. Bahkan akan menjadi jalan dibebaskannya Myanmar dengan Islam. Sungguh semua ini dilakukan demi mewujudkan jaminan nyawa, harta, dan kehormatan pada kaum Muslim bahkan jaminan ini juga berlaku kepada orang kafir yang terikat dengan aturan Islam.

Pada zaman keemasan Islam tempo dulu, Sultan Bayezid 2 pernah mengirim angkatan laut Ottoman ke Spanyol untuk menyelamatkan orang Yahudi yang terusir dari Spanyol karena adanya dekrit Alhambra pada 31 Juli 1432. Sultan mengirimkan pengumuman ke seluruh wilayah dalam otoritas untuk menyambut para pengungsi dan memberi ijin untuk menetap di wilayah Ottoman dan menjadi warga negara. Sultan Bayezid 2 mengancam akan menjatuhkan hukuman mati kepada setiap orang yang akan mengancam keras pengungsi Yahudi atau menolak mereka dari negeri Muslim.

Sungguh pemimpin agung seperti di atas itulah yang akan dapat menyelamatkan kaum Muslim Rohingya saat ini yg terkatung tanpa kejelasan arah. Pemimpin seperti itu hanya akan ada ketika islam diterapkan sebagai rahmatan lil alamin. []


Oleh: Ani Susilowati, S.Pd.
Aliansi Penulis Rindu Islam
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments