Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mewujudkan Keluarga Sakinah Bervisi Akhirat Hanya dengan Sistem Islam


TintaSiyasi.com -- Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kerap terjadi. Kasus KDRT yang menimpa penyanyi dangdut Lesti Kejora sempat menghebohkan dunia maya. Meskipun pada akhirnya berujung damai, namun tidak menampik fakta adanya kasus KDRT.

Fakta ini menambah deretan panjang kasus kekerasan dalam rumah tangga. Padahal di negeri ini sudah ada regulasi atau undang-undang yang melindungi perempuan dan ada Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan. Tetapi nyatanya itu tidak menyelesaikan permasalahan yang ada.

Menteri pemberdayaan perempuan mengusulkan untuk mengampanyekan melakukan speak up atas tindak kekerasan seksual kepada anak dan perempuan. Dilansir media kompas.com (25/09/2022), "Pada kesempatan ini, kami sampaikan tidak pernah berhenti dari tahun 2020 untuk mengkampanyekan dare to speak up, akan menjadi penting bahwa tidak hanya korban yang melaporkan, tetapi yang mendengar, melihat juga harus melaporkan," kata Bintang dalam kampanye bertajuk Ayo Stop Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak saat di Car Free Day di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2022).

Namun, cukupkah hanya dengan angkat bicara? Sebab, pemicu banyaknya KDRT yang terjadi adalah adanya perselingkuhan dan masalah ekonomi. Sehingga solusi tidak cukup secara individu saja tetapi membutuhkan sistem.

Secara individu speak up atau angkat bicara memang dibutuhkan. Akan tetapi, butuh sistem yang mendukung. Saat ini perselingkuhan dan kekerasan yang terjadi bukan semata-mata muncul dari individu semata. Melainkan akibat sistem yang rusak. Kapitalisme telah menciptakan kemiskinan secara global. Kesulitan mencari pekerjaan, mahalnya biaya pendidikan dan sulitnya akses mendapatkan modal usaha adalah fakta yang dihadapi masyarakat. Padahal suami atau istri akan stres bila tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. Stres inilah yang memicu kekerasan terhadap perempuan atau anak-anak.

Untuk perselingkuhan, hal ini terjadi akibat ide kebebasan. Sistem pergaulan hari ini begitu bebas antara laki-laki dan perempuan. Campur baur, berduaan bahkan zina adalah hal yang biasa. Ditambah lagi banyak tayangan berbau porno yang mudah diakses. Jadi banyaknya tindak kekerasan dalam rumah tangga adalah salah satu dampak diterapkannya kapitalisme.

Berbeda dengan sistem Islam, dalam sistem Islam memiliki pilar-pilar menegakkan hukum Islam. Pilar pertama yaitu individu yang bertakwa. Suami atau istri akan mewujudkan keluarga sakinah bervisi akhirat. Seorang suami akan benar-benar menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Begitu pun dengan istri. Akan menaati suaminya selama dalam kebaikan. Sebab semua akan mempertanggungjawabkan semua di hadapan Allah kelak.

Kedua, masyarakat yang saling mengontrol. Masyarakat Islam akan saling menasihati termasuk menasihati para penguasa bila mereka lalai atau zalim. Sebab satu sama lain adalah satu bagian. Jika kemaksiatan dibiarkan maka keburukan akan menimpa masyarakat tidak hanya pelaku saja.

Hal yang ketiga dan utama adalah negara. Negara Islam akan memberikan kemudahan dalam mengakses pekerjaan. Sebagaimana Rasulullah SAW dahulu pernah memberikan kapak kepada orang miskin. Tujuannya supaya orang tersebut bisa mencari pekerjaan untuk keluarganya. Negara juga akan memberikan pendidikan secara gratis dan mudah dijangkau. Kekayaan negara juga bisa dibagikan kepada rakyat yang membutuhkan. Ini untuk menyelesaikan persoalan ekonomi.

Sedangkan untuk persoalan sosial. Negara Islam akan memberlakukan sistem pergaulan dalam Islam. Dimana kehidupan laki-laki dan perempuan terpisah. Kecuali untuk hal yang dibolehkan. Seperti di pasar, dalam pendidikan dan kesehatan. Selebihnya keduanya dipisahkan. Sehat ketenangan dan ketenteraman akan mudah tercipta.

Wanita dan laki-laki diwajibkan menjaga aurat dan menundukkan pandangan. Wanita dilarang tampil dengan pakaian terbuka aurat. Selain itu, ada sanksi yang jelas untuk pelaku perzinaan dan juga homoseksual. Tidak ada tayangan berbau porno atau tempat-tempat kemaksiatan.

Demikianlah sistem Islam menjaga masyarakat sekaligus individu di dalamnya. Menciptakan keluarga sakinah bervisi akhirat dengan mudah. Keluarga hidup dalam perlindungan yang sempurna. Dari kepala keluarga hingga dari kepala negara. Maka dari itu, sudah selayaknya kita membuang kapitalisme dan mengupayakan untuk segera menerapkan sistem Islam secara kaffah. []


Oleh: Verawati, S.Pd.
Pegiat Literasi
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments