Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Biaya Pendidikan Melangit, Orang Tua Menjerit


TintaSiyasi.com -- Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap orang. Dengan adanya pendidikan, maka diharapkan akan menjadikan seorang individu menjadi cerdas, pintar, berkepribadian yang baik serta mampu menguasai sains dan teknologi yang kelak akan berguna dalam kehidupannya. Untuk itulah pendidikan merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh seseorang.

Hal inilah yang telah mendorong orang tua untuk menyekolahkan putra-putri mereka agar mendapatkan pendidikan terbaik dan setinggi-tingginya bahkan hingga sampai perguruan tinggi. Harapan setiap orang tua agar anak-anak mereka mendapat kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. 

Namun, harapan orang tua untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya ternyata tidaklah mudah. Biaya pendidikan yang ada saat ini begitu tinggi. Para orang tua mengalami kesulitan untuk menyekolahkan anaknya karena biayanya yang tak terjangkau. 

Sebuah analisis dari kompas.id menyebutkan bahwa biaya kuliah di perguruan tinggi semakin melambung, namun tidak diiringi dengan kenaikan upah masyarakat. Bila orang tua lulusan SMA menyisihkan 20% penghasilannya sejak sang anak lahir sampai tamat SMA, yakni selama 18 tahun, hasil tabungannya pun tak akan menutup biaya kuliah dari semester pertama hingga semester 8 (masa studi S1 4 tahun) (kompastv, 29/7/2022).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi mengakui jika memang biaya kuliah di tanah air saat ini masih terbilang mahal. Dede Yusuf mengungkapkan bahwa banyak orang tua tak melanjutkan studi kuliah sang anak lantaran terbentur biaya. Dede Yusuf menegaskan bahwa negara perlu mengintervensi terkait pembiayaan kuliah yang ada sekarang. Pasalnya, hal ini diperlukan jika memang Sumber Daya Manusia (SDM) menikmati bonus demografi (kedaipena.com, 30/7/2022).


Kapitalisasi Pendidikan

Biaya perkuliahan yang semakin mahal jelas mengakibatkan kesulitan bagi rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas. Akses menuju ke sana semakin terbatas. Pada akhirnya hanya kalangan ataslah yang bisa menikmati fasilitas pendidikan tersebut. 

Semakin mahalnya biaya perkuliahan ini terjadi akibat komersialisasi pendidikan. Di mana pendidikan bukan lagi menjadi hak bagi setiap warga negara untuk mendapatkannya. Pendidikan berubah menjadi ladang bisnis yang kemudian diperjualbelikan dan berorientasi pada keuntungan. 

Komersialisasi dalam bidang pendidikan merupakan konsekuensi logis dari penerapan kapitalisme, negara hanya bertindak sebagai fasilitator, bukan sebagai pelayan rakyat. Maka, kita bisa saksikan saat ini negara yang seharusnya melayani rakyat agar dapat mengenyam pendidikan dengan baik, justru berlepas tangan dalam menanggung pembiayaan pendidikan. Wajar jika pada akhirnya biaya perkuliahan setiap tahun terus merangkak naik. 


Pembiayaan Pendidikan dalam Islam

Jika dalam sistem kapitalis rakyat dibebani biaya sekolah yang mahal dan memberatkan bagi orangtua, maka hal ini berbeda 180 derajat dengan Islam. Dalam Islam, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib diselenggarakan oleh negara. Pendidikan ini amat terjangkau, bahkan bisa gratis bagi semuanya. Tak hanya murah, pendidikan juga berkualitas. Seluruh rakyat tanpa terkecuali, baik itu kaya maupun miskin, bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik. 

Mewujudkan pendidikan yang gratis dan berkualitas tentu harus didukung dengan dana yang memadai. Dan hal ini tidak akan pernah bisa dilakukan oleh negara yang menganut sistem kapitalisme, yang hanya mengandalkan pendapatannya dari pajak dan utang. 

Dalam sistem Islam, terdapat sumber pendapatan yang bisa diperoleh negara untuk membiayai pendidikan. Pertama, pos fai` dan kharaj  merupakan kepemilikan negara seperti ghanimah, khumus, jizyah, dan dharibah (pajak yang bersifat temporal saat benar-benar dibutuhkan). Dan yang kedua adalah pos kepemilikan umum seperti tambang minyak dan gas, hutan, laut, dan lain-lain.

Dari sumber pendapatan tersebut, akan digunakan oleh negara untuk membiaya semua kebutuhan pendidikan. Gaji guru, dosen atau karyawan, sarana dan prasarana pendidikan seperti gedung, asrama, perpustakaan, laboratorium, buku dan yang lainnya, semua dibiayai dari situ. Siswa dan orang tua tidak perlu mengeluarkan dana yang banyak untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan tersebut, karena semuanya sudah ditanggung oleh negara. 

Demikianlah pendidikan dalam sistem Islam. Rakyat akan bisa menikmati layanan pendidikan secara merata dan maksimal, tidak lagi dipusingkan dengan urusan bayar sekolah yang melangit. Oleh karena itulah, kita harus berupaya mewujudkan sistem Islam yang terbukti dalam sejarah telah mengantarkan manusia hidup dalam naungan keberkahan dan mendapat gelar khoiru ummah. 

Wallahu a’lam bishshawab. []


Oleh: Siti Mariyam, S.Pd.
Sahabat TintaSiyasi
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments