Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ulil Amri Wajib Memutuskan Perkara dengan Hukum Islam


TintaSiyasi.com -- Ulama Aswaja K.H. Rokhmat S. Labib menegaskan bahwa ulil amri mempunyai tugas dan kewajiban untuk memutuskan perkara dengan hukum Islam.

“Berarti, ulil amri punya tugas dan kewajiban memutuskan perkara di antara mereka, dia memutuskan dengan hukum Islam,” tegasnya dalam Tausiyah Sahur bertajuk Benarkah Harus Taat Pemimpin ? Ini Penjelasannya di Khilafah Channel Reborn, Selasa (19/04/2022).

Di dalam surah An-Nisaa ayat 59 Allah Subhanahu wa Taala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ 

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kalian. 

“Ayat ini jelas memerintahkan kepada kita, sebagaimana yang diterangkan para ulama, adalah ayat yang memerintahkan untuk taat kepada Allah dan Rasul. Diterangkan oleh para ulama, taat kepada Allah adalah tunduk mengikuti Al-Qur’an, tunduk mengikuti As-Sunnah dan ulil amri di antara kalian,” bayannya.

Kiai Labib menegaskan, tidak ada yang berbeda pendapat, bahwa ayat itu wajib taat kepada Allah, Rasul, dan ulil amri. “Namun yang perlu dicatat, sebenarnya ayat itu bukan hanya memerintahkan kaum Muslim untuk taat kepada ulil amri. Ayat ini juga memerintahkan kepada ulil amri untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya,” imbuhnya.

“Dari mana kita pahami itu? Di awal ayat ini Allah menyerukan, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, ‘Wahai orang-orang yang beriman.’ Siapa orang yang beriman? Ya tentu termasuk di dalamnya adalah ulil amri, karena dalam ayat tersebut disebutkan وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ, dan ulil amri di antara kalian,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menafsirkan, ketika disebutkan مِنْكُمْ, hal tersebut memberikan makna sebagian. Berarti, ulil amri itu bagian dari orang mukmin, bagian dari orang beriman. “Ketika dia merupakan bagian dari orang yang beriman, berarti dia termasuk orang yang diseru ayat ini untuk taat kepada Allah dan Rasul,” tegasnya.

“Oleh karena itu, ulil amri mestinya ketika memerintah rakyatnya, dia menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Ini diperkuat di dalam ayat sebelumnya, Allah juga memerintahkan,

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
 
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.’,” nukilnya ayat ke-58 surah Al-Nisaa.

Ia menambahkan penjelasan, disebutkan juga dalam ayat yang lain, penegasan dalam surah Al-Maidah ayat 48 dan 49 misalnya, Allah memerintahkan kepada mereka untuk memutuskan perkara dengan apa yang Allah turunkan. 

“Bahkan, ada celaan yang keras kepada mereka ketika mereka tidak mau memutuskan perkara dengan apa yang Allah turunkan, dengan sebutan yang sangat keras, misalnya fasikun, zalimun, atau bahkan kafirun,” pungkasnya.[] Reni Tri Yuli Setiawati
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments